malam semakin larut saat wanita tua itu merebahkan dirinya di kursi kayu. perapian memberikan kehangatan di ruangan itu. seorang gadis kecil yang memeluk boneka kain perca dan kakaknya, anak laki - laki dengan mata coklat gelap, memandang wanita itu dengan tatapan penasaran
"setelah cerita ini kalian harus langsung tidur ya! " kata wanita itu tegas. walau begitu, si anak perempuan dan kakaknya bisa melihat tatapan sayang di mata neneknya
" janji! " gadis kecil itu mengangguk cepat. kakaknya mengiyakan sama cepatnya.
wanita tua itu berdehem dan mulai bercerita...
"dahulu kala, ada sebuah desa kecil bernama Orna. Orna terletak di balik pegunungan Vern, aman dan sangat terlindung. keindahan desa Orna sudah menyebar ke seluaruh kerajaan. di musim semi langit biru dihiasi gumpalan awan yang seperti gula - gula kapas. seluruh desa di tutupi rumput yang menghijau dengan bunga - bunga kecil tersebar di setiap jengkal tanah. angin yang bersemilir meniupkan harumnya daun pohon pinus dari hutan di kejauhan, dan desirnya membawa nyanyian para nymph dan peri hutan yang mendayu,
di musim panas, semua penduduk mulai memanen hasil tani mereka. sawah yang menguning menunggu disiangi. matahari menebarkan sinar cerah dan cahayanya, seakan memberi tanda bagi anak - anak utk keluar dan bermain,
musim gugur datang dan merubah segalanya menjadi berwarna keemasan. bukit, rumput, sampai ilalang. bunga krokus musim gugur akan muncul dan mewarnai ladang yang kosong dengan kelopaknya yang indah. perapian akan selalu menebarkan kehangatan, dan bau pie akan memenuhi udara, menyebar melalui cerobong demi cerobong,
tapi percayalah, tidak ada yang lebih mempesona daripada kilau keperakan salju di musim dingin. di antara tiupan angin utara yang membekukan, selalu ada kisah - kisah hangat untuk dibagikan, seperti yang saat ini sedang kulakukan. betapapun dinginnya udara, desa itu tidak pernah kehilangan kehangatannya.
orna memang desa kecil yang sangat indah. tapi bukan itu yang menjadikan desa itu istimewa. jauh sebelum aku maupun kalian lahir, orna memiliki sebuah legenda. legenda itu diturunkan turun menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. sebuah legenda yang dijaga dengan nyawa oleh setiap penduduk orna. dalam legenda itu disebutkan tentang seorang gadis yang menjaga sebuah gulungan suci. dalam gulungan itu terdapat rahasia dari semua makhluk hidup yang pernah menghembuskan napasnya di muka bumi. orna terpilih menjadi salah satu dari (...) desa yang bertugas menyiapkan seorang penjaga yang bertugas melindungi gulungan suci tersebut.
suatu ketika, lahirlah seorang anak laki - laki. dia anak yang tampan. orangtuanya sangat beruntung memiliki putra seperti dia. tapi sayang, dia tidak bisa merasakan semua limpahan kasih sayang yang dia terima. bukan karena dia tidak pantas untuk menerimanya, tapi karena para tetua desa menemukan bahwa dialah sang penerus penjaga yang berikutnya. dialah yang akan mengemban tugas suci melindungi gulungan suci itu.
orang tuanya menamainya Adrian. Adrian kecil sudah dididik dengan keras karena tanggung jawabnya yang besar itu. dan para tetua tidak salah memilih. Adrian memiliki segalanya. dia cepat belajar dan memahami perkataan gurunya. dia anak yang cerdas dan memiliki tekad kuat. di umurnya yang masih muda, dia sudah menguasai pedang dan senjata lainnya. walaupun dibesarkan dengan cara yang sedikit berbeda dengan pemuda seumurnya, Adrian tidak pernah sombong. sebaliknya, hampir bisa di katakan dia tidak memiliki teman dekat selain seekor kucing persia bernama Sybill. adrian lebih dekat dengan sybill daripada org lain karena sejak kecil dia memang sudah dibiasakan utk berlatih keras di bawah pengawasan ketat yang tidak memungkinkannya untuk kabur dan bermain seperti anak laki - laki seumurannya, kecuali dengan kucingnya, Sybill, "
wanita tua itu melihat cucu perempuannya mulai menguap. pegangannya pada boneka kain perca nya juga mulai melonggar. tapi kakaknya masih menatap neneknya dengan penasaran.
" tidurlah, " kata wanita tua itu, " adikmu sudah tidur, "
anak laki2 itu menggeleng, " kau belum menceritakan semuanya, "
wanita itu mengangguk, " ceritanya akan kumulai sekarang. dengarkan baik - baik, "
sambil merapatkan syal rajutan di bahu dan lehernya, wanita itu memulai ceritanya...
***



0 komentar:
Posting Komentar