"some of us think holding on makes us strong but sometimes it is letting go"
aku menggenggam tangannya, dan merasakan dia menggenggam balik tanganku. senyumnya begitu tulus, dan untuk sesaat kurasa aku tidak akan pernah melepaskan tangannya dalam genggamanku. dan bagaimana cahaya senja itu direfleksikan dari bola matanya yang hangat.
aku memasukkan satu tanganku ke dalam kantung seragamku, membulatkan tekad. harus kukatakan sekarang, dan aku tidak akan menunda - nundanya lagi.
" ada..yang mau aku bicarakan denganmu, "
bibirnya yang tipis mengucapkan kata - kata dalam pikiranku dengan mulus, tanpa cacat, disaat mulutku sendiri baru menggeliat untuk bergerak.
" a..aku juga, "
dia tersenyum, " aku duluan ya, "
" ya.. " aku menelan harga diriku dan membalas senyumnya, " silahkan, "
" ada seseorang yang menyita pikiranku beberapa hari ini, "
hatiku mencelos, " o ya? "
wajah manisnya terlihat sedih, " ya. setiap kali memikirkan apa yang akan dikatakannya, aku merasa gugup. aku merasa aku ingin dia melihat apa yang kulakukan. kakak tahu kan perasaan seperti itu? "
kakak..
aku menelan ludah, " oh, tentu saja! ibu bilang perasaan seperti itu namanya 'suka' kan? "
" ya! aku juga ingat kata - kata ibu! " wajah adikku menjadi cerah. tanpa terasa dia melepaskan tangannya dari genggamanku dan menggenggamnya di depan dadanya dengan bersemangat. wajahnya memerah, " berarti aku suka padanya kak! "
" o..oh. itu..bagus sekali, " aku tersenyum menyemangatinya, " apa kau sudah mengajaknya kencan? atau membuat janjj weekend ini? "
adikku, saudari kandungku yang tumbuh terpisah dariku selama 10 tahun, yang tiba - tiba hadir dalam hidupku,
yang kusukai...sebagai wanita..
dia menatapku dan menggeleng, " aku ingin mengenalkannya pada kakak. aku ingin tahu pendapat kakak tentangnya, "
" jadi kita ke taman ini karena itu? " aku memastikan, memastikan sisa - sisa harapanku yang berada di ujung kekecewaan.
" ya! dan ah, itu dia! "
aku menghela napas, memantapkan hatiku. siapapun pria ini, bagaimanapun wajahnya, jika dia adalah orang yang di pilih adikku, aku akan melepaskan adikku demi bahagia bersama pria ini.
aku akan melepaskan adikku, sebuah cinta yang tak boleh kurasakan, kepada pria terpiliuh ini. dan sungguh Tuhan, aku rela...
" selamat sore! " suara seorang wanita menyapa kami berdua. adikku menoleh dan dia terlihat lebih cantik dari siapapun saat pipinya merona kemerahan.
" hai! perkenalkan ini kakakku! dan kakak, ini teman kantor baruku, Marie-chan! "
***
Rabu, 12 Februari 2014
Langganan:
Postingan (Atom)


