Selasa, 07 September 2010

nyo - nyip - nyit' old project -- ch. 2

adrian langsung menyadari perbedaan yang sangat mencolok waktu dia memasuki Ward. Ward yang biasanya lenggang sekarang dipenuhi org2 yang hilir mudik. kecemasan terpancar di wajah mereka yang tegang. para master yang biasanya menunjukkan wajah tanpa emosi, entah sejak kapan menanggalkan keprofesionalisan mereka dan mulai bicara dengan cepat bernada panik.

adrian memutuskan untuk kembali ke kamarnya. tidak ada gunanya melibatkan diri dalam masalah yang tidak dia ketahui. dia berbalik untuk berjalan ke kamar sambil memikirkan kapan lagi dia bisa berjalan - jalan dengan sybill seperti tadi, saat terdengar suara panggilan dari belakang

" adrian! "

adrian berbalik dan melihaht guru meditasinya, master Sylva. adrian langsung memberi hormat.

" ya, master, "
" ikuti aku, " masternya bicara dengan nada serius.
" kita akan kemana, master? " tanya adrian, mengikuti masternya dengan penasaran.
" rapat dewan tetua desa, " sahut masternya
adrian menatap masternya dengan takjub, " rapat dewan tetua desa, master? tapi saya belum pernah menghadiri rapat itu sebelumnya, "
" para tetua ingin melihat kemajuan latihanmu, " masternya berhenti di depan sebuah pintu kayu berukir yang besar. adrian mengamati dengan tegang saat masternya meraih gagang pintu dan membukanya dengan pelan, " jangan kecewakan mereka, adrian. kau sangat penting bagi kami, "

adrian melangkah masuk dengan tegang. dia pernah melihat ruang pertemuan ini dalam keadaan kosong. tapi ini pertama kalinya dia melihat ruangan ini dipenuhi para tetua desa, semuanya memandangnya dengan tajam. master2 nya duduk di meja tinggi, mangamatinya dengan wajah tanpa ekspresi yang tidak membuat perasaan Adrian lebih nyaman daripada sebelumnya.

" duduklah Adrian. kami telah menunggumu daritadi, " master Ryman memerintahkan dengan suara berat. Adrian menemukan sebuah kursi kosong yang sepertinya telah disediakan untuknya, dan duduk.

" saudara - saudaraku sekalian, rapat kali ini akan membahas tentang laporan yang baru kita terima dari desa Lona, " master Syena memulai rapat, " seperti yang telah kita bersama ketahui bahwa cuaca menunjukkan tanda - tanda yang mengkhawatirkan. udara menjadi lebih dingin dari tahun - tahun sebelumnya, ".
beberapa dewan tetua mengangguk mengiyakan. yang lain hanya menunduk menekuri jari - jari mereka.

" menurut sumber yang kami dapatkan, perubahan cuaca secara drastis ini dikarenakan Raja Osyth memulai kegiatannya mencari gulungan suci itu, "
keributan meledak seketika. para tetua desa terlihat panik sekaligus cemas. Adrian sendiri rasanya seperti menelan ular hidup dan sekarang ular itu mengeliat di perutnya.

" mohon tenang, saudara2 sekalian! kita tidak bisa melanjutkan rapat kalau tetap seperti ini! " seru seorang master, mengalahkan keributan yang terjadi.

suasana berangsur tenang. setelah semua orang bisa mengendalikan diri, master Syena melanjutkan

" dengan kekuatan jahatnya, raja Osyth telah menciptakan makhluk sihir jahat untuk mencari gulungan tersebut. makhluk2 inilah yang membawa hawa dingin jahat yang berhembus bersama angin utara. dansihir jahat yang digunakan raja Osyth telah membuat Ogden, sang makhluk bayangan menurut cerita yang beredar. ogden tidaklah berwujud tetap dan terkadang berwujud manusia, terkadang binatang. tidak ada yang tahu wujud aslinya, "

para tetua desa yang tadinya sudah tenang sekarang kembali berbicara dengan cepat dan cemas. Adrian yang  daritadi mendengarkan penjelasan master Syena hanya diam dan mulai berpikir tentang Ogden.

" adrian, bagaimana pendapatmu dalam hal ini? " tanya master syena.
" adrian...? adrian! bagaimana pendapatmu? " tanya nya lagi saat melihat adrian hanya diam dan seperti sedang melamun.
" Ad_" kata master syena, yang langsung dipotong oleh Adrian
" menurut pendapat saya, kita harus segera memberi peringatan pada ward2 desa2 pelindung lainnya, "
para tetua hanya diam dan mengangguk - angguk.
" dan kita harus segera bertindak untuk melindungi gulungan itu, " lanjutnya, " namun kita tidak tahu cara mengalahkannya, " kata salah satu tetua desa yang gempal dan bulat.
" itu benar. oleh karena itulah, saya akan mengadakan penelitian tentang ogden ini. setahu saya makhluk bayangan seperti ogden hidup dengan menghisap Manna, atau roh2 (...) dari manusia. dan "makanan" favoritnya adalah Manna dari anak kecil (...), "
" kalau begitu desa kita berada dalam bahaya! " kata seorang dewan tetua, kali ini seorang wanita cantik berkulit (...) dengan nada panik.
para dewan tetua merespon dengan tanggapan yang luar biasa. ada yang marah2, ada yang menggebrak2 meja, bahkan ada yang hanya diam dengan shock nya.
" tenang!! semua harap tenang! sekarang kita akan mendengarkan pendapat adrian lagi, " seu master syena.
"saya mohon maaf jika hal yang saya ucapkan tadi membuat para dewan tetua cemas. maksud saya mengatakan hal itu adalah supaya para tetua bs waspada terhadap apa yang akan kita hadapi sekarang. dan penelitian yang akan saya lakukan adalah pencarian data tentang beberapa penculikan masal pd anak2 yg terjadi baru2 ini. dan karena ogden adalah makhluk bayangan tingkat rendah, mereka tidaka akan bisa jauh2 dari sarangnya, "
" itu artinya bagus kan! " seru seorang anggota dewan dengan penuh semangat.
" bisa ya, bisa tidak, " jawab adrian
" apa maksudmu adrian? " tanya master Sylva
" ogden memang tdk bs jauh2 dari sarangnya. tapi kalau mereka sudah mengambil Manna yang cukup, mereka bs berubah jd Rozene yg merupakan salah satu makhluk kegelapan terkuat, "
terdengar jerit tertahan dari dewan desa.
" lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? " tanya master syena.
" saya akan mengecek kabar terbaru dari desa sebelah untuk melihat apakah ada hal2 aneh yang bs menghubungkan kita dengan ogden, " sahut adrian.
" baiklah, saya mengerti. kalau begitu kau di izinkan keluar dari ruang rapat untuk segera memulai penelitianmu, " master Ryman memutuskan.
adrian membungkuk dan meninggalkan ruangan hiruk pikuk tersebut dan segera menuju perpustakaan Ward.



***

0 komentar: