Selasa, 07 September 2010

nyo - nyip - nyit' old project -- ch. 3

perpustakaan Ward adl salah satu ruangan terbesar di Ward. luasnya sama dengan ruang rapat dewan tetua. atmosfernya tenang dan dalam. buku2 tua bersampul kulit tersusun sistematis di rak2 kayu dalam lemari2 besar yang menjulang sampai ke langit2 perpustakaan. beberapa di antara buku2 tersebut sudah sangat tua sampai harus di simpan dln kotak kaca khusus yang kedap udara. perkamen2 dan peta2 tua juga di simpan di sana.

adrian langsung menemui madam Xylia, sang penjaga perpustakaan. madan Xylia mengetahui letak semua buku dan arsip2 di perpustakaan itu. dia juga yang bertanggung jawab menyimpan semuanya dan mengurus semua arsip penting.

madam Xylia sedang merapikan sampul kulit sebuah buku tebal saat Adrian mendekat.

" selamat sore, madam, " Adrian menyapa sopan.
" ah, adrian. selamat sore. ada yang bs kubantu? " madam Xylia mendongak dari pekerjaannya
" saya sedang mencari data tentang Ogden, " kata adrian, " apa madam bs membantu saya? "
" ogden? " kening wanita itu berkerut, " knp kau ingin tahu ttg ogden? itu bukan topik menyenangkan untuk dicari tahu kan? "
" benar madam, tapi saya mendapatkan tugas dari dewan tetua dan para master untuk mencari data2 ttg ogden, karena ogden di kabarkan sudah menyebar kemana- mana dan kalau di biarkan akan membahayakan desa, "
" astaga.., " wajah madam Xylia memucat, " mengerikan sekali! untung kau memberitahuku, adrian! kalau tidak aku pasti tidak akan sempat menyelamatkan anak2 q ini! "
" maaf, anak2 anda madam? " tanya Adrian, mengerutkan kening. setahunya madam Xylia blm pernah menikah, apalagi memiliki anak.
" ya! anak2 q ini! " madam Xylia merentangkan tangannya dan mengedarkan pandangan ke seluruh perpustakaan dengan pandangan sayang, " semua buku2 ini adalah anak2 q! "
"oh.., " Adrian tdk tahu harus berkomentar apa.
" semuanya anak2 q, " lanjut madam Xylia bersemangat. dia mengambil buku yang tadi diperbaikinya dengan hati2 dan menimangnya dengan penuh sayang, " ini anakku yang ke 17.050. namanya_, "
" er..madam.., " sela adrian, " maaf, tapi tentang ogden..., "
" oh iya! " madam Xylia menepuk dahinya dengan gerakan anggun, " buku tentang ogden ya? dia anakku yang ke 89.997. namanya_, "
" letaknya, madam? " tanya Adrian menyabarkan diri
" di lemari ke 11 dari sayap barat, " madam Xylia tersenyum manis, " rak paling atas. ada tangga di sana. gunakanlah, "
" terimakasih madam, " adrian buru2 beringsut menjauh. baru saja berjalan beberapa langkah, madam Xylia berlari menyusulnya
" aku hampir lupa! " madam Xylia mengatur napasnya
" ada apa madam? " tanya adrian khawatir. jangan2 buku tentang ogden sudah terlalu tua untuk dibaca atau...
"hati2 ya, "
adrian merasa sedikit tersanjung. ternyata di balik sikap anehnya, madam Xylia baik juga.
" tenang saja madam. saya sudah biasa menggunakan tangga kok, "
" bukan! bukan kau! " tukas madam Xylia
" eh? "
" hati2 jangan sampai kau merusak anak2 q! jangan rusak, halaman terlipat, robek, basah, kotor, berminyak, berbau aneh! jangan rusak, apalagi hilang!!!! " suara madam Xylia yang tadinya lemah lembut langsung berubah mengerikan, " kau mengerti Adrian?! "
" i..iya madam, "
" bagus! " madam Xylia kembali ke sikapnya yang anggun, "nah, semoga beruntung dengan ogden mu ya. kalau kau membutuhkanku, aku ada di sini bersama anak2 q yang lain, "
" iya madam, " Adrian langsung mengiyakan. dia bernapas lega saat madam Xylia menjauh sambil bersiul - siul lembut.

orang yang aneh! adrian menggelengkan kepalanya dengan bingung. hari ini terlalu banyak hal aneh yang terjadi. pertama - tama cuaca yang memburuk, lalu ogden, dan keselamatan desa sekarang ada di tangan hasil penelitiannya. tiba2 saja adrian baru merasakan tanggung jawabnya pada seluruh warga desa yang sudah dia anggap keluarga selama ini.

adrian langsung menuju lemari ke 11 dari sayap barat. suara angin yang berhembus kencang terdengar jelas dari balik jendela perpustakaan. entah karena suara angin itu atau karena keadaan perpus yang sangat sepi, membuat adrian mulai gelisah. sayap barat berisi buku2 yang sudah sangat tua dan sangat tebal. sampul kulitnya tidak lagi mengkilap, tapi penuh dengan bercak - bercak aneh. aroma buku tua menguar dari halaman - halaman yang kuning dan rapuh. suasananya tenang, tapi penuh kedamaian yang aneh. sepi yang tidak adrian sukai. dia merasa seperti diawasi oleh buku2 tua tersebut. dia mempercepat langkahnya dan menghampiri lemari ke 11.

lemari ke 11 seksi buku2 berbahaya adalah seksi yang masih terlarang bagi murid2 baru di Ward. adrian sendiri juga tidak tahu buku apa saja yang ada di situ dan kenapa buku2 tersebut bs jadi 'terlarang'. dia langsung mengenali tangga kayu yang bersender mantap di rak. adrian menggeser tangga tersebut dan mulai menaikinya dengan hati2. suara derit tangga adalah satu2nya suara di tengah keheningan itu, selain suara angin yang memalu - malu kaca jendela.

adrian mulai membaca judul - judul buku di rak teratas. sampul bukunya sudah banyak yang hancur. tulisannya yang dulu di ukir dengan tinta emas sekarang sudah banyak yang mengelupas dan tidak terbaca lagi. adrian harus mengernyit membaca beberapa judul buku. dia bahkan harus meraba permukaan beberapa buku yang tulisannya sudah mengabur, memastikan dia tidak salah baca. belum lagi beberapa buku yang ditulis dengan rune kuno yang aneh dan meliuk2. adrian menghela napas panjang. kalau tidak ingat tentang tanggung jawabnya terhadap warga desa, dia pasti sudah menyerah. tapi dia bukan orang yang semudah itu menyerah. adrian mencoba lagi, mencari dan mencermati setiap buku dengan sangat hati2.

akhirnya dia menemukan buku itu, terletak di sebelah buku tebal lain yang berjudul "ward undercover" yang cukup membangkitkan rasa penasaran. adrian mencatat dalam hati kalau semua masalah ini sudah selesai, dia akan kembali ke sini dan meminjam buku itu. judulnya sepertinya menarik.

dia mengalihkan perhatian ke buku di sebelah buku itu. berkilau dalam keremangan lentera, sampulnya berwarna merah darah dengan judul bukunya tercetak dalam tinta keemasan yang sudah mengelupas. walaupun begitu, adrian bs mengenali huruf2 nya yang membentuk tulisan "satwa gain n dimana mereka bs ditemukan".

pasti di sini ada tentang ogden! adrian langsung menganbil buku itu dengan penuh semangat. dia menuruni tangga dan berlari ke meja terdekat. meja itu langsung menghadap ke jendela. dulu, adrian menyukai meja itu karena dia bisa melihat pemandangan luar. sekarang, awan kelabu dan angin kencang membuat adrian langsung duduk tanpa memperhatikan meja lagi.

adrian membuka sampul buku dan menelusuri daftar isi dengan jarinya. ogden ada di halaman 100 - 105. hanya 5 halaman. dalam hati adrian berdoa semoga lima halaman itu cukup berharag bagi perjuangannya memanjat2 tangga tadi.

dia mulai membaca dengan suara pelan

" ogden adalah makhluk sihir tingkat rendah yang sangat jahat, untuk membuat dan membangkitkannya diperlukan kekuatan sihir yang cukup besar. tercatat sampai tahun 1882 populasi ogden menurun karena tidak ada orang berkekuatan besar lagi yang mau membangkitkannya.
populasi ogden berjumlah sekitar 1000 ekor di habitat aslinya. di sanalah ogden membangun sarangnya. ogden tidak bisa terlalu jauh dr sarang, sehingga selama tidak ada yang memanfaatkannya untuk keperluan jahat, keberadaan ogden tidak perlu di khawatirkan secara berlebihan..."

adrian melewati beberapa halaman yang sudah dia ketahui dan lanjut membaca paragraf lain

"...makanan ogden adalah roh kehidupan dari makhluk hidup, yang disebut juga Manna. bila mereka sudah mendapatkan cukup manna, mereka akan bermetamorfosis menjadi Rozene, yang merupakan salah satu makhluk kegelapan terkuat di antara 7 makhluk kegelapan legendaris: Red dragon, Orlender, Devendor, Nodin, Risley, Alburn dan Rozene..."

adrian membalik halaman berikutnya dengan tidak sabar.

"..untuk mencegah ogden mengambil manna dan berubah menjadi rozene, adalah dengan cara memperbanyak cahaya dan perak, karena ogden lemah terhadap keduanya, sehingga lebih mudah untuk membunuhnya sebelum mereka berubah menjadi rozene. rozene sendiri hanya bisa dibunuh oleh pancaran sinar keemasan dari sebuah batu legenda bernama Orlena.
ogden terakhir kali terlihat aktif di Bruin pada tahun 1888, sedangkan rozene terakhir kali terlihat aktif di Lach, tahun 1891..."

adrian tersentak saat jendela di depannya menjeblak terbuka dengan bunyi keras. angin bertiup kencang, membalik halaman buku dengan ganas. lilin2 dan obor padam bersamaan saat tiupan angin menerpa. tetes2 air hujan menghujani adrian seperti jarum2 perak yang jatuh dari langit.

" ya ampun! "

suara langkah kaki yang mendekat membuat adrian menoleh. madam Xylia muncul dengan tergesa2. wajahnya memucat saat melihat buku yang dipegang adrian basah kuyup.

" tutup bukunya, bodoh! "

kaget karena dibentak mendadak, adrian buru2 menutup buku di hadapannya dan menjauh dari meja.

madam Xylia merapalkan sesuatu dan merentangkan tangannya ke arah jendela yang terbuka. jendela tersebut langsung tetrtutup dengan debam keras. kacanya bergetar saat badai mengamuk di baliknya.

" ma..madam, anda bisa menggunakan sihir? " tanya adrian terkejut

madam Xylia berbalik menghadapnya dengan wajah murka

" aku kan sudah bilang, JANGAN MERUSAK BUKU2 KU! "
" ma..maaf madam, tapi_"
" dasar anak bodoh! taruh buku itu di mejaku! cepat! "
setengah berlari adrian menaruh buku itu di meja. madam xylia memeriksa buku itu dengna cermat. kelegaan melanda adrian saat melihat wajah madam xylia sudah tidak mengerikan lagi. dengan hati2 dia bertanya
" madam, bagaimana buku anda? "
madam xylia menghela napas panjang, " tidak apa2. syukurlah, "
" maafkan saya madam, " kata adrian pelan, " saya benar2 tidak sengaja. tiba2 saja jendela nya terbuka dan_ "
" ya ya, " madam xylia memotong kata2 adrian, " itu bukan sepenuhnya salahmu. salahmu adalah kau tdk langsung menutup buku itu begitu hujan masuk. untung saja basahnya tidak terlalu parah, "
"em..anu..madam, " kata adrian, " anda bisa menggunakan sihir? "
" ya, sedikit. cukup untuk melindungi perpustakaan ini, " kata madam xylia pendek. dia mengeratkan mantel dan mengerling sedih, " aku takut kekuatan jahat diluar sana akan berhasil menerobos masuk. kekuatanku saja tdk akan cukup untuk melindungi semua arsip2 penting di sini. bahaya sekali kalau sampai semua buku dan arsip penting kita jatuh ke tangan yang jahat, "

adrian terdiam. ternyata madam xylia bukan hanya wanita eksentrik yang aneh. walaupun pekerjaannya cuma berdiam di perpus, ternyata madam xylia punya tanggung jawab yang berat juga.

" jadi..apa yang kau temukan dari Pansy? " tanya madam Xylia
" maaf? " adrian mengedip bingung
" pansy, " madam xylia menyapukan jari2nya dengan lembut pada buku satwa gaib itu, " namanya pansy, "
"o..oh.." adrian menahan diri untuk tidak tertawa. pansy???
" jadi..? "
" saya tertarik dengan beberapa hal yang disebutkan di sana. dikatakan bahwa ogden terakhir kali terlihat di Bruin, tahun 1888, "
" ya, paragraf ke 5 halaman 725, " madam xylia mengangguk
" sedangkan rozene di Lach tahun 1891, "
" benar sekali. paragraf 7 halaman 726, "
" kenapa tempat dan waktu nya berbeda? apa ada hal lain yang menyebabkan ogden yang berubah menjadi rozene pergi dari sarangnya dan membangun sarang baru? dan kemana sebenarnya rozene yang terakhir terlihat itu? " adrian langsung memuntahkan semua pertanyaan dalam benaknya
madam xylia menghela napas, " tidak ada yang tahu pasti. tapi aku pribadi berpikir kalau ini semua pekerjaan raja Osyth. dewan tetua sudah mencurigai adanya rencana jahat raja itu dari dulu, tapi kami belum menemukan bukti, "
" oh, " adrian mengangguk mengerti. entah kenapa raja Osyth selalu berada di belakang semua kejadian aneh belakangan ini. dan tidak ada yang mengetahui rencana raja Osyth yang sebenarnya
" tapi apapun yang terjadi, kita harus waspada.."



 to be continued...

0 komentar: