Sabtu, 18 Januari 2014

Head of your friend

ini mimpi gue beberapa bulan yang lalu. berhubung lagi hipomanik, gw insomnia dan baru inget buat nulis mimpi ini di blog. 
enjoy...





" please! temenin gue, okay? "
" kemana? "
" gue ada job. dan bayarannya gede banget, "
" emang job lo apa sih sampai lo gak bisa kerjain sendiri?! "
" bunuh orang! "

***

hujan mengguyur deras. A memarkir mobilnya di depan brothel itu. dia terlihat gugup. B, sahabatnya, tidak kalah gugupnya.

" lo gila, gw mau turun! "
" jangan! ayolah, nanti gue bagi uangnya! ini masalah hidup mati banget! "
" bukan itu! ini nyawa manusia loh! "
" men, kalo kita gak bunuh mereka, nyawa kita yang bakal di ambil sama bos gue! "
" lo kenapa bawa2 gue sih?! "
" udah terlanjur! "
" brengsek lo! "

seseorang mengetuk kaca mobil. mereka berdua terlonjak kaget. A menurunkan kaca mobil dan melihat seorang wanita berpayung tersenyum padanya. walaupun pencahayaan minim, dia bisa melihat wanita itu menggunakan make up tebal. wajahnya sendiri tidak begitu cantik, make up tebalnya benar - benar menyelamatkan keseluruhan penampilannya.

" sorry, mr.A? "
" i..iya, "
" boleh saya masuk? saya miss X. sepertinya anda sedang menunggu saya, "

A membuka pintu mobil dengan gugup. ms. X duduk di kursi depan. B pindah ke kursi belakang, saat pintu mobil belakang juga terbuka dan seorang gadis berkuncir dua dengan wajah lugu juga menyelinap masuk.

" ms. X, anda...membawa teman? " A melirik gugup dari kaca tengah.
" oh, dia keponakan saya. dia baru dalam bisnis ini. saya ingin mengajarinya beberapa hal. anda tidak harus membayarnya. dia akan memberi anda pelayanan gratis, " ms. X mengedip pada A, " lagipula tampaknya anda membawa teman. saya harap keponakan saya bisa menemani teman anda sementara saya berbincang dengan anda, "
" o..oh..baiklah, " A mengirimkan pandangan 'help me!' pada B. B memelototinya, dan menggeser posisi duduknya sejauh mungkin dari  gadis berkuncir dua yang duduk di sebelahnya.

A menjalankan mobilnya, dan dia mengobrol dengan ms. X. suasana mulai cair. ms. X mengajak mereka untuk segera mencari hotel, tapi A mengalihkan perhatian ms. X dengan mengajaknya bicara berbagai hal.
sementara itu, gadis berkuncir dua dengan wajah lugu itu menoleh pada B dan mengajaknya bicara.

" hai, "
" ha..hai, "
" aku Y. senang bertemu denganmu, "
" a..aku B, " B menerima uluran tangan Y dan menjabatnya. tangan gadis itu terasa hangat dan halus. senyum nya terlihat begitu tulus. B belum pernah menyewa pelacur, tapi menurutnya Y terlalu lembut untuk menjadi salah satu dari mereka. tidak ada kepura - puraan dalam tingkah lakunya. tidak juga pada penampilannya yang polos dan apa adanya.
" apa kau...sudah lama bekerja sebagai...seperti..."
Y tersenyum dengan sangat menenangkan, " tidak, seperti yang bibi X bilang, aku baru sekitar 2 minggu dalam bidang ini, "
2 minggu?! dan gadis ini masih terlihat begitu...lugu...
B menjadi sangat ingin melindunginya.
" kenapa? kenapa memilih pekerjaan ini? "
" karena tidak ada pekerjaan lain untuk di lakukan. aku tidak pernah sekolah, buta huruf, tapi membutuhkan uang yang banyak untuk pengobatan ibu di desa, "
" mungkin...mungkin kau bisa bekerja di tempatku. sebagai pembantu..atau koki. bukan pekerjaan seperti ini, "
" aku tidak bisa memasak, jadi sepertinya aku tidak bisa bekerja sebagai koki, "
" kau boleh melakukan pekerjaan apapun selain seperti ini! " tiba - tiba B terbawa emosi, " aku tidak akan membiarkanmu menodai dirimu sendiri! kau gadis yang baik Y! "
Y terlihat terkejut, tapi kemudian tersenyum lembut, " aku senang sekali mendapatkan teman sepertimu, B, "
" te..teman? "
" ya, B begitu perhatian dan baik padaku. aku akan senang sekali kalau kita bisa berteman. karena aku tahu B tidak akan menjadi klienku. B adalah orang yang terlalu baik, " Y tertawa.
B merasakan hatinya mencelos. oh, seandainya Y tahu apa yang akan ia lakukan.

"pergilah ke brother di alamat yang sudah kutulis. lalu bunuh pelacur yang kusewa untuk kalian. kembalilah ke sini dengan bukti kalian sudah menjalankan perintah dariku, sebelum matahari terbit, "

perintah itu begitu absolut. kenapa Y harus datang malam ini? kenapa bukan ms.X saja yang harus di bunuh??
B melirik A dan ms.X yang sekarang sedang tertawa bersama. sepertinya mereka berdua sudah mendapatkan chemistry yang tepat. B tidak ingin menyela, tapi dia benar - benar tidak punya pilihan lain.

" A, sebentar lagi matahari terbit, "
bahu A menegang. pembicaraannya dengan ms.X terhenti. wajahnya terlihat menyesal, saat ia mengeluarkan sebuah pisau besar dari bawah jok mobilnya.

ms.X menjerit. A menebas. bahu ms.X terluka. Y menjerit, menghambur ke arah A untuk mencegah A menyakiti bibi nya. B memiting Y, mengeluarkan sebuah gunting untuk membunuh Y. Y memberontak dan mencakar B. pitingan B terlepas. Y merebut gunting dari tangan B dan menusukkannya ke bahu B. B menjerit dan berusaha merebut gunting itu. dari depan huru hara yang sama terdengar menyakitkan telinga.
menyusul suatu keheningan dan napas memburu dari keempat orang di mobil itu.

" kenapa B?! ku pikir kau temanku! " Y menatap B. ketakutan, kemarahan, kekecewaan, rasa sakit. semuanya bercampur jadi satu. dia menjatuhkan gunting itu dan mulai menangis.

" ada apa dengan kalian berdua?! " ms.X menggenggam bahu nya yang terluka. wajahnya penuh goresan dan dia terlihat sangat marah.
" maafkan kami X, bos kami meminta kami membunuh kalian, " suara A bergetar. ms.X pun sudah melukainya di banyak tempat dan dia terlihat cukup payah untuk ukuran seorang pembunuh bayaran.
" apa salah kami?! " ms.X tercengang.
" kami tidak tahu. kami hanya menjalankan perintah! kalau kami membangkang, kami akan di bunuh! " B berteriak putus asa. melihat Y begitu sedih dan terluka, dia menjadi merasa begitu jahat dan hina. dia telah merusak kepercayaan Y, orang yang dengan begitu lugunya menganggapnya teman.
" tapi kami tidak bisa membunuh kalian, " A menatap B dengan putus asa, " tidak semudah itu. kalian tidak bersalah, "
" tapi kalau tidak membunuh kami, kalian yang akan dibunuh, " Y menatap A dan B dengan ngeri, " kami juga tidak bisa membiarkan kalian terbunuh karena membela kami! "

miss X yang dari tadi diam kini angkat bicara, " apa bos kalian menginginkan tubuh kami sebagai bukti? "
A menggeleng, " tidak, dia tidak memberikan perintah bukti secara spesifik, "
" kalau begitu, bawa senjata kalian ke padanya. ada darah kami di sana. tunjukkan itu. dan jika dia ingin, kalian bisa melakukan test untuk meyakinkan bos kalian kalau ini benar - benar darah kami, "
" lalu bagaimana kalau dia melacak kalian berdua? "
" kami akan pergi dari negara ini. kami akan mengambil penerbangan pertama pagi ini, "
" itu ide yang bagus sekali bibi! bukankah begitu, B? " Y menatap B dengan mata penuh harapan.
B menatap A. keraguan tampak jelas di mata A, tapi sahabatnya mengangguk, " baiklah. selamatkan diri kalian. kami akan mengantar kalian ke bandara, "

***

A dan B menunggu bos dengan gelisah. waktu seperti berlalu begitu lambat, saat pintu kantor bos mereka terbuka. bos mereka melangkah masuk, tampak mengintimidasi dengan pakaian serba hitam dan wajah yang kejam.
" jadi apakah kalian sudah melakukan tugas kalian? "
" sudah bos. kami membawa alat yang kami gunakan untuk membunuh mereka. di sana ada darah mereka. dan kami dapat menunjukkan tempat dimana kami mengubur jasad mereka berdua, " A menjawab mantap. kebohongan yang telah mereka berdua latih dan sesuaikan dengan sangat baik. tak akan ada yang curiga.
" begitu? " bos mereka menerima pisau besar di tangan A dan gunting di tangan B, " jadi kalian sudah melakukan tuas kalian dengan baik? "
" ya bos, " A dan B menjawab serempak.
bos mereka mengangguk - angguk, kemudian menepukkan kedua tangannya. pintu kantornya lagi - lagi terbuka, dan kali ini beberapa orang datang dengan menyeret 2 orang wanita yang wajahnya di tutupi kain hitam.
hati A dan B mencelos seketika.
bos mereka menatap mereka berdua dengan tajam.

" senjata bukanlah bukti yang kumau. bukti yang kumaksud adalah_"

dengan gerakan cepat dia menebaskan pisau besar itu ke kepala gadis berkuncir dua di depan B.
kepala itu menggelinding dengan cepat ke lantai. semburan darah mengotori wajah dan pakaian B.
tubuh B bergetar dari ujung kepala hingga ke kaki.

"_kepala temanmu, "

***

"let us go, father"

cinta adalah merelakan apa yang kita miliki, hanya demi setitik waktu bersamanya.....


pria itu adalah dewa. manusia menyebutnya dewa kematian, orang yang mengurus alur kematian seseorang.
dalam kerajaannya yang besar, seseorang yang mati dan akan beregulasi menjadi roh baru setelah manusia itu menebus kesalahan - kesalahan dalam hidupnya. mereka akan terlahir kembali.
roh baru, kesempatan baru.

akan tetapi sang dewa tidak pernah menyangka dia akan jatuh cinta pada seorang wanita. cenayang. yang bisa melihat dirinya, tapi memiliki suatu takdir yang pasti:
kematian.

wanita itu memberinya dua anak. mereka tentu saja tidak bisa bersama. bagaimana mungkin seorang dewa kematian yang memiliki sebuah kerajaan besar untuk mengadili manusia dapat menyertai kehidupan seorang wanita dengan dua anak?
maka dia hanya mengawasi kehidupan keluarga kecil nya dari jauh. mengamati bagaimana anak - anak nya tumbuh besar, bagaimana ibu mereka mengajari banyak hal pada mereka.

lalu,
bagaimana dunia dengan kejam memperlakukan orang - orang yang dia cintai...

ketika keluarga kecil itu hidup dalam suatu masa yang sulit, dimana untuk makan pun mereka harus bekerja begitu keras.
ibu kedua anak itu tidak lagi bekerja sebagai cenayang. kini wanita itu menanggalkan peralatan astral nya dan menggenggam sapu dan lap kotor untuk menghidupi anak - anaknya. keluarga yang memperkerjakannya memperlakukannya seperti budak. anak perempuannya, di perintahkan untuk menjadi teman main sang putri majikan, tapi pada kenyataannya gadis itu hanya di jadikan bulan -  bulanan anak orang kaya.
anak laki - laki wanita itu bekerja seadanya di pasar, saat tubuh kecil dan rapuhnya menjadi bulan - bulanan pria - pria kasar di pasar dan dia di paksa bekerja seperti binatang,

wanita itu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
dengan membawa serta kedua anak - anaknya.

saat mereka bertiga menghadap sang dewa kematian, dewa kematian itu tertegun.
semua kata seakan hilang dari mulutnya, yang biasanya begitu kejam mengucapkan makian pada pelaku bunuh diri, menghukum mereka, melemparkan mereka ke dalam siksaan tiada akhir.
kini haruskah hal itu dia lakukan pada wanita yang ia cintai?
pada anak - anaknya yang kumal, menatapnya dengan wajah yang begitu sedih.

" kenapa kau akhiri hidupmu? " tanya dewa itu pada wanita itu.
" karena aku sudah tidak kuat lagi berada di dunia itu, " jawab wanita itu lugas. tak ada setitik pun penyesalan menodai suaranya.
" kenapa kau membawa anak - anak itu bersamamu? "
" karena tanpaku, mereka akan menderita, "
" kau akan menderita di sini, kau akan dijatuhi hukuman. begitu juga dengan anak - anakmu, "
" lakukan saja. kami akan melaluinya bertiga, " wanita itu menjawab tanpa gentar.
" aku akan menjaga ibu! aku akan melakukan apapun untuk ibu! " anak laki - laki nya memeluk sang ibu, pandangan matanya membara, tidak ingin sang ibu dihujat sedikitpun akan keputusannya.
" maka kalian bertiga akan melalui terowongan penderitaan yang tidak akan pernah berakhir, " sang dewa pun menjatuhkan vonisnya dengan berat.

ketiga jiwa yang tersesat tadi di seret ke terowongan yang gelap dan dingin. sang dewa tidak seharusnya ikut, tapi hatinya getir membayangkan 3 jiwa yang ia cintai harus melalui hukuman ini. ia ingin menemani mereka sampai akhir.
sang ibu masuk lebih dulu, tanpa takut, seakan inilah yang paling ia inginkan: mati bersama anak - anaknya.
anak laki - lakinya menggenggam tangannya, masuk dengan wajah di tegakkan, menantang apapun siksaan yang akan mereka hadapi.

sang dewa bersiap untuk melepas mereka, saat anak pertamanya, anak perempuannya yang dari tadi diam, menoleh padanya dan memeluknya.
matanya berkaca - kaca, senyum kecil terkembang di bibirnya.

" relakan kami ayah. terimakasih, aku mencintaimu, "

anak perempuannya mencium pipinya dan berlari masuk ke terowongan itu.
dan sang dewa pun menyadari kenapa anak perempuannya yang sangat tegar, yang selama di dunia selalu berdiri di hadapan ibu dan adiknya untuk melindungi keduanya,
tiba - tiba mengambil keputusan untuk mengakhiri hidup bersama sang ibu.

mungkin..

dia hanya ingin bertemu ayahnya...


***

Kamis, 16 Januari 2014

when the war begin..

alkisah sebuah desa di luar sana. penduduknya tidak akur, dan memiliki kebiasaan untuk melakukan debat kusir setiap minggu, membahas permasalahan desa yang berakhir dengan membahas permasalahan pribadi setiap warganya, saling tuduh, bergosip, dan hal - hal buruk lainnya.

di saat semua warga desa telah hidup dengan mental yang sangat buruk itu, anak - anak muda di desa itu mencoba untuk melakukan pembaruan, meredakan ketegangan di desa mereka. mereka mulai membuat sebuah lomba untuk menghias aula desa yang sudah lama tidak digunakan.
setiap bagian desa harus turut serta.

anak - anak muda di desa itu bekerja dengan sangat bersemangat. mereka mengirim anggotanya ke kota untuk mencari benda untuk mempercantik desa mereka.

dan disinilah ceritanya akan dimulai...

alkisah seorang anak autis yang lamban mendapatkan tugas untuk pergi ke kota malam itu.
perlombaan akan di mulai besok dan seorang temannya yang bossy memaksanya untuk mencari beberapa barang yang hanya ada di kota terdekat.
akhirnya dengan menumpang mobil yang akan berangkat ke kota, anak autis itu berangkat.
di kota dia sampai di sebuah pusat perbelanjaan yang mewah. dia tidak menyukai keramaian dan takut akan keramaian itu sendiri.
dia mulai bertanya - tanya kenapa temannya memintanya untuk ke kota sendirian malam itu. dia bahkan tidak tahu harus pulang dengan apa malam itu.
tapi dia melaksanakan tugasnya dengan baik.

saat kebingungan akan pulang, dia melihat beberapa orang mengobrol di balik tiang pualam pusat perbelanjaan yang mewah itu. secara instingtif dia menghampiri orang - orang itu untuk menanyakan jalan.
ada seorang wanita dengan rambut pendek yang berwajah ceria, seorang pria yang ramah, dan seorang pria yang terlihat lebih tua dari teman - temannya dan terlihat sangat tegang.
wanita berambut pendek yang ceria itu menyadari pandangan ingin tahu anak autis itu dan mengundang anak itu untuk mengobrol dengan mereka.
malam semakin larut dan mall besar itu akan di tutup.
wanita itu terlihat tegang. dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan berkata pada anak autis itu:
" bersembunyilah di sini. apapun yang akan terjadi, tetaplah di sini"

" apa yang akan terjadi? " tanya anak autis itu.
" maaf sudah melibatkanmu dalam hal ini, " pria yang ramah itu tersenyum.
dia mengeluarkan benda yang sama dengan yang wanita itu keluarkan. mereka mulai mengendap - endap keluar dari balik tiang.
terdengar suara tembakan dan ledakan. anak autis itu menutup telinganya denga ketakutan.
rentetan tembakan, dan dia melihat teman - teman barunya mulai menembak orang - orang berkostum hitam di sebrang mereka.

pria yang lebih tua terlihat marah padanya, " apa yang kau lakukan?! bergabunglah dengan mereka dan bunuh mereka sekarang! "
" aku tidak bisa membunuh! " anak autis itu benar2 ketakutan.
"kau bisa membunuh! kau adalah pembunuh bayaran. kami meminta pemerintah untuk mengirimkan pembunuh terbaik untuk membunuh mata2 dari negara lain dan mereka mengirimkan kau pada kami! "
" aku bukan pembunuh! aku dari desa, temanku menyuruhku membeli bahan2 untuk perlombaan besok! " kali ini anak itu benar - benar menangis.
" tidak, kau adalah pembunuh bayaran. pemerintah menghapus ingatanmu dan mengirimmu ke desa untuk bersembunyi. kau bisa membunuh mereka. kau hanya melupakan bagaimana caranya! "

terdengar suara teriakan dan anak itu melihat salah satu temannya_pria dengan wajah ramah_tertembak. pria yang lebih tua terlihat geram dan mendorong anak itu ke bawah meja, menjejalkan sebuah senapan di tangan anak itu dan berkata " ingatlah bagaimana cara membunuh. hanya kau harapan kami, ", sebelum dia menghilang membantu wanita berambut pendek yang mulai kewalahan dihujani rentetan peluru.

anak itu terdiam dalam persembunyiannya, menatap senapan di tangannya dengan ketakutan.
menyusuri bentuk senapan itu, dia menyadari dia pernah menggunakannya.
ya, dia ingat bagaimana menembakkan benda itu, dia ingat bagaimana dia dilatih sebagai seorang pembunuh.
dia ingat bagaimana dia di kurung di sebuah lab, orang - orang dengan jubah putih menyuntikkan sesuatu ke tubuhnya. sejak itu dia bisa bergerak cepat. dia bisa menembak siapapun di hadapannya.
dia ingat.
tapi dia tidak ingin melakukan itu lagi.

bagaimana dia merindukan desanya yang jauh dari mana - mana.
dia merindukan menghias aula, bagaimana dia tidak sabar untuk perlombaan besok.

dia tidak ingin ingat.
bagaimana cara membunuh.

sebuah tangan yang kasar menariknya keluar dari persembunyian. mereka meringkusnya dengan cepat, mengamankan senapan di tangannya. dia melihat wanita berambut pendek tadi di perlakukan dengan sama. pria tua itu diikat dalam keadaan tidak sadar.

" kalian adalah tawanan. kalian akan melihat bagaimana negara kalian di hancurkan. karena kami besok akan datang dan melakukan penyerangan, "
seorang wanita dengan wajah jahat tertawa puas di hadapan dia dan teman barunya.

orang - orang dengan kostum hitam itu menyeretnya dan teman barunya, melemparkan mereka ke dalam sebuah van berwarna putih. van itu di jalankan dan mereka berdua dalam keadaan terikat, saling memandang dengan wajah putus asa.

" kenapa kau tidak mengingatkanku begitu aku menghampiri kalian tadi? " tanya anak itu.
wanita berambut pendek itu tersenyum. wajahnya penuh memar dan dia terlihat lelah, " karena melihat senyummu, aku tahu kau tidak akan ingin membunuh lagi, "
" benarkah mereka akan menyerang negara ini? "
" ya, mereka akan melakukannya. tugasku dan tim ku adalah menghabisi mata - mata dari negara lain agar perang tidak dimulai. kurasa kami gagal, "
" lalu sekarang bagaimana? "

van itu tiba2 berhenti dan terdengar suara perkelahian dari luar. tiba2 pintu van terbuka dan pria dengan wajah ramah itu berdiri di hadapan mereka. dia terlihat senang.
" aku senang kalian masih hidup, " dia maju dan memotong tali yang mengikat anak itu dan rekannya.
" kupikir kau sudah mati! " wanita itu terlihat sangat terkejut.
" oh, aku tidak akan mati secepat itu hanya karena satu tembakan, " pria itu tertawa santai, " tapi kurasa kita benar2 sedang dalam masalah serius. kita harus segera memberi tahu pemerintah bahwa mereka akan menyerang pagi ini. kita harus mengumpulkan sebanyak mungkin pasukan. mereka akan segera bergerak, "
" aku tahu dimana tempat kita bisa memperoleh pasukan, " wanita itu terlihat bersemangat.

maka mereka bertiga membawa van itu ke sebuah perkampungan kumuh. dimana mereka melihat sekumpulan pemuda sedang memancing.
" siapa mereka? " anak itu bertanya.
" mereka adalah mantan narapidana. mereka bersumpah untuk membela negara saat negara dilanda peperangan sebagai penebusan atas kesalahan yang sudah mereka lakukan di masa lalu. mereka akan menjawab panggilan kita, " wanita itu menjawab dengan sangat yakin. dia menghampiri kumpulan pemuda itu dan berteriak, " siapa pemimpin di sini? "
seorang pemuda berkepala botak dengan pakaian robek berdiri dan menghampiri wanita itu. dia hanya menatap dengan wajah sedih dan bertanya, " apakah kami sudah harus pergi? "
" ya. penuhi sumpah kalian dan berjuanglah membela negara kita, "
para pemuda di sekeliling kolam itu mulai berdiri. mereka terlihat bersemangat sekaligus tegang. tapi pemimpin mereka tetap terlihat sedih.
" sekarang kami telah memiliki kehidupan. kami memiliki apa yang kami ingin lakukan. haruskah itu semua kami tinggalkan? "

beberapa pemuda mulai terlihat ragu2 mendengar kata2 pemimpin itu. tapi beberapa orang tetap terlihat teguh dengan pendiriannya.
" penuhilah sumpah kalian! " wanita itu mengeraskan suaranya.
pemimpin itu menoleh kepada anggota2 nya dan berkata " aku tidak akan memaksa. penuhilah sumpah yang kalian buat. tapi bila kalian tidak bisa, tetaplah di sini, "
seorang pemuda menghampiri pemimpinnya. wajahnya terlihat mantap.
" ibumu akan sangat kehilanganmu, " pemimpin itu mengingatkan. pemuda itu tersenyum dan menggeleng, " sumpah adalah sumpah. ibuku akan bangga karena aku membela negaraku sendiri"\

mendengar kata2 pemuda itu, teman2 nya yang tadinya terlihat ragu mulai tersenyum dan memasang wajah mantap. wanita itu mengangguk dan mengucapkan selamat tinggal pada pemimpin itu dan mereka mulai melanjutkan perjalanan melalui jalanan kampung yang kecil dan sempit, mengajak sebanyak mungkin orang untuk berjuang.

kelompok kecil itu mulai bertambah, dan setiap orang semakin bersemangat.
matahari mulai terbit dan mereka mulai sampai di tempat pertempuran: pegunungan kapur di pinggir kota.
jauh di atas gunung kapur itu terlihat sekumpulan prajurit musuh, membawa panji - panji negara mereka.

wanita itu berbalik dan berkata dengan tenang, " kita akan maju dan kita akan mati. tapi pastikan kematian kita tidak sia - sia. bunuh sebanyak mungkin, jangan biarkan musuh mencapai ibu kota. habisi mereka di sini. korbankan nyawa kalian. di sini! "

anak itu menyadari mereka kalah jumlah, mereka akan mati.
saat mereka bergerak maju, anak itu memisahkan diri.
tidak, dia tidak akan membunuh dari depan. dia akan mencari jalan memutar dan membunuh dari belakang.
dia tidak akan menyia - nyiakan hidupnya.
dia akan menang, tapi dia tidak boleh mati.
karena dia harus kembali ke desanya lagi.

dia menemukan jalan memutar, tapi dia di cegat oleh sekumpulan robot putih; senjata pembunuh musuh yang tidak kenal ampun.
mereka menembakinya, dia berkelit dengan cepat. robot2 itu mengtirimkan misil dan meledakkan diri untuk mengenainya. mereka semua berkumnpul dengan satu misi: membunuhnya.
satu tembakan menghempaskannya ke belakang dan dia tidak bisa lagi bergerak.
dia diam, menantikan ajalnya.
ya, dia akan mati.
tapi dia telah membantu kawan2 nya.
keberadaannya telah memanggil robot2 pembunuh itu untuk menyerangnya. kawan2nya tidak akan menghadapi robot2 itu lagi.
biar robot2 itu di sini untuk meledakkan diri di sini, untuk meledakkannnya.

sesuatu mencengkeramnya, dan menghempaskannya ke sebuah pesawat kecil.
diantara kesadarannya yang semakin menipis, dia mendengar suara seorang pria tua.
" robot2 bodoh. dia sudah mati. apalagi yang kalian cari? pergi! "
dia bisa melihat dari sudut matanya robot2 pembunuh yang tersisa itu berhenti bergerak dan mulai kembali ke pos masing2.
pria tua itu menghembuskan nafas kesal dan menatapnya, " berterima kasihlah karena aku sudah menolongmu anak muda bodoh, "

lalu semuanya menjadi gelap...

saat dia membuka mata, dia seperti merasakan de javu.
dia berada di sebuah lab kecil. dan pria tua di depannya sedang merakit sesuatu yang terlihat rumit.
dia merasa sangat lemah, tapi dia berhasil mengeluarkan sebuah suara yang cukup untuk membuat pria tua itu menoleh padanya.

" ah, jadi kau sudah bangun? "
" siapa kau? dan kenapa kau menolongku? "
" aku? apa kau melupakan orang yang sudah menciptakanmu? "
" kau? menciptakan manusia? apa kau tuhan? "
" manusia? " pria tua itu tertawa, " sejauh mana pemerintahmu merusak program yang kubuat dalam kepalamu sampai kau melupakan dirimu sendiri? "
" apa maksudmu? "
" kau bukan manusia. kau adalah hasil karyaku yang terbaik. robot pembunuh nomor 1. pemerintahmu mencuri kau dari negaraku dan mengubah sistem ingatanmu. mereka menanamkan bahwa kau adalah manusia. tidak sayangku, kau bukan manusia. kau adalah buatanku yang terbaik. tidakkah kau pernah bertanya kenapa kau begitu ahli dalam membunuh? karena itulah tujuanku membuatmu! " pria tua itu tertawa seperti orang gila, " kudengar pemerintahmu menjadikan kau sebagai pembunuh bayaran. tidak heran. kau begitu sempurna. buatanku yang begitu sempurna, "
" tapi mereka membuatku tinggal di sebuah desa. dan di sana aku tidak lagi membunuh..."
" ya, aku mendengar kabar itu. mereka menyembunykanmu di desa itu. mereka menyembunyikanmu dari ku! mereka lagi2 mengubah ingatanmu. aku memeriksa ingatan terbarumu dan mereka merendahkan hasil karyaku dengan mengubah sistemmu menjadi mode 'anak tolol yang lamban dan tidak bisa melakukan apapun'! betapa rendah apa yang pemerintahmu lakukan padamu, karya besarku! "

anak itu tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. kebenaran yang mana yang harus dia percaya?
siapa dia?
anak autis dari sebuah desa nun jauh di sana? atau kah mantan pembunuh bayaran yang di istirahatkan pemerintah? atau sebuah robot pembunuh dari negara lain yang mengalami modifikasi ingatan?

satu hal..
dia merindukan sungai dan pegunungan di desanya.
dia tidak ingin..
membunuh lagi...

dia tidak tahu berapa lama dia berada di rumah pria tua itu.
tapi hari2 yang dia lewatkan di sana, membuatnya semakin sadar.
dia mengenali pria itu,
anehnya, dia menyayangi pria itu.
pria itu adalah sosok ayah yang pernah dia kenal.
mungkin seseorang telah mengubah ingatannya sedemikian rupa sehingga dia melupakan pria itu tp dia tidak pernah bisa melupakan betapa pria tua itu telah membuatnya begitu nyaman.
saat ini, dia tidak peduli seberapa banyak ingatan palsu yang di tanamkan di otaknya.
karena saat ini, dia telah mendapatkan rumah tempat untuk kembali.

" selama kau di sini, perang telah berakhir, "
dia menoleh dari lamunannya saat pria tua itu mendekat dengan tertatih - tatih, sambil menghisap cerutu.
" siapa yang menang? dan siapa yang kalah? "
pria itu mengepulkan asap cerutunya, " negaramu menang. dan mereka mencarimu, "
" apakah mereka tahu aku berada di sini? "
" oh, tentu mereka akan curiga. kita hanya bisa menghitung mundur sampai mereka mengobrak abrik rumah ini dan mengambilmu kembali, "
" apa kau akan kehilangan aku? "
pria tua itu tidak menjawab. dia menghisap cerutunya dalam diam.
maka anak itu kembali ke dalam lamunannya.

" aku memiliki cucu yang kusayangi. besok dia akan datang ke sini untuk menjengukku, "
anak itu menoleh dan melihat pria itu telah mematikan cerutunya.
" jika tentara negaramu datang, pergilah bersama cucuku. pergilah yang jauh, "
" aku akan melakukannya, "
" sekarang kembalilah ke lab. aku akan melakukan beberapa perubahan pada programmu. untuk persiapan besok, "
" baiklah, "
anak itu bangkit berdiri dan mulai berjalan perlahan.
dia tidak mengharap untuk disayangi.
bagaimanapun, dia hanyalah mesin pembunuh.

dia tidak ingat perubahan apa yang dilakukan pria tua itu padanya semalam, tapi saat membuka mata, dia melihat seorang anak perempuan yang tampak seumuran dengannya, sedang memeluk pria tua itu. mereka mengobrol dengan sangat seru, sampai - sampai dia tidak tega untuk memotong pembicaraan mereka.
tiba - tiba sebuah alarm berbunyi, mengirimkan ketegangan di seluruh penjuru rumah kecil itu.

tanpa banyak kata, pria tua itu menggendong cucu nya yang ketakutan dan meletakkannya dalam pelukan anak itu. dia membuka jendela dan berkata dengan tenang
" bawa cucuku pergi. sekarang kau bisa terbang, dan kau bisa menghilang untuk beberapa waktu. pergilah, dan mulailah hidup yang baru, "
anak perempuan itu mulai menangis dan berusaha meraih kakeknya, tapi anak itu menahannya.
terdengar suara pintu di rusak dan suara orang berteriak - teriak dengan kasar di luar ruangan.

" pergilah kalian berdua! "
anak itu memeluk erat cucu perempuan pria tua itu dan merasakan dorongan pada kedua kakinya. dia mulai melayang.
saat dia melesat keluar dari jendela, dia mendengar orang - orang meringkus pria tua itu.
dan kata - kata terakhir pria tua itu membuatnya meneteskan air mata.

" anak bodoh, aku menyayangimu. aku menyayangi kalian berdua! "



***


and me, woke up, and felt so desperate...
hope that boy and girl can survive wherever they are now...