live in perfect time..
perfect world...
....
maybe the minus is just..
she need doctor to manage her anger...
jadi dia menunggu di ruang tunggu psikiater dengan tdk sabar..
ada begitu banyak hal yang harus dia lakukan..
mengatur perbekalan, memastikan semuanya aman, mengatur ulang markas..
hell...menjadi seorang pemimpin di tengah medan perang memang tidak pernah mudah...
dia mengetuk2kan kakinya dengan tidak sabar, ketika akhirnya pintu ruang dokter dibuka dan suster menyuruhnya masuk..
"jadi bagaimana perkembangan emosimu akhir2 ini? "
pertanyaan bulanan yang selalu dokternya ajukan.
" seperti biasa. keadaannya parah. perang berkecamuk dimana2 dan yah...anggotaku bisa menjadi sangat manja di saat2 seperti ini, "
" perkembangan perang sepertinya bagus. aku menontonnya di TV, "
TV?! dia terjun langsung ke dalam perang. tembak menembak. dia wanita, berumur 20 tahun, dan sudah menjadi pemimpin satu batalyon pria yang semuanya manja dan sangat mengandalkannya.
ini semua jauh lebih seru dibanding TV.
" suasana nya jauh lebih parah on the spot dibanding di TV, " dia menjelaskan, " sangat panas. aku bisa sangat emosian, "
" tapi sekarang sudah jauh lebih berkurang dibanding sebelumnya kan? "
" ya, "
" bagus sekali, "
" ya, "
dokternya kelihatan merenung, " aku mau minta tolong, "
" apa ini berhubungan dengan perang? "
" ya..dan tidak. begini, aku punya seorang pasien. perempuan. seumuran denganmu. dia punya masalah dengan anger management juga. dia menyenangkan. gadis yang sangat menyenangkan. dan semuanya menyayanginya, terutama ayahnya. tapi itu dulu, sebelum minggu lalu dia membunuh ayahnya, "
" dia membunuh ayahnya?! "
" ya. mereka terlibat cek cok dan emosinya tidak terkontrol dan dia membunuh ayahnya. shock membuatnya tidak ingat tentang kejadian itu. dia menganggap ayahnya masih hidup dan sedang pergi jauh. dia menanyakan ayahnya setiap hari. ibunya bingung bagaimana menceritakan ini padanya, "
" dia harusnya masuk ke penjara, "
" masalahnya dia seorang pewaris tunggal. tuan putri yang sangat terkenal, "
" maksud anda....dia tuan putri negri ini? "
" benar sekali, "
" waw..jadi sang raja mati di tangan putrinya sendiri..menarik.."
" kalian seumuran dan punya masalah yg sama. bagaimana kalau kalian berteman? jd kau bisa membantu menjelaskan keadaan padanya, "
" aku? oh c'on doc...aku sibuk. nasib negara ini bergantung padaku, "
" hanya 1 hari saja. please? "
" kenapa cuma 1 hari? "
" besok ulang tahun sang putri dan dia akan mewarisi seluruh kekayaan ayahnya dan juga negri ini, "
" i see, "
" bisakah? "
"aku akan lihat jadwalku, "
" usahakan ya, "
" oke, "
kunjungan ke dokter bukan hal yang menyenangkan tapi perlu untuk dilakukan. dan sekarang permintaan dokternya membuatnya semakin pusing. ini jelas sebuah masalah baru.
" hei bos, "
dia mendongak dan mendapati wakilnya menghampirinya
" berikan laporannya, "
" semuanya beres. kita akan menyerang besok malam. pas tengah malam. akan ada beberapa bantuan dari kubu2 lokal yang ingin membantu perjuangan kita, "
" bagus sekali, "
" dan bos, aku dengar raja sudah meninggal, "
" itu gosip, "
" bos, aku tidak bergosip, "
" lalu? "
" tidak apa2. aku pikir kau belum tau bos, "
" aku? aku tau itu tadi. jangan terlalu dipikirkan. apa yang ada di istana bukan urusan kita. urusan kita ada di perbatasan negara ini. bagaimana perbekalan? "
" sedang menunggu pasokan amunisi. nanti malam datang, "
" bagus, "
" bos, "
" ya? "
" kau sempurna, "
" yeah, "
dia tau itu. dia sempurna. semuanya menyerahkan tanggung jawab padanya.
" hei, " dia memanggil wakilmya yang pergi menjauh
" ya bos, "
" aku ijin besok. ada urusan di ibukota. jalankan persiapan seperti biasa, "
" oke bos. good luck buat urusanmu, "
aku akan selalu beruntung dude.
karena aku sempurna.
......
"jadi km pemimpin batalyon yang terkenal itu? "
" yup, "
" waw..harusnya ayahku ada di sini untuk melihatmu, "
" well princess...mungkin ayahmu sedang sibuk, "
" ya..sepertinya begitu..aku merindukannya, " gadis itu kelihatan sedih. gaun nya yang indah dan perhiasan yang menghiasi tubuhnya tidak menutupi kesedihan di matanya.
" kau mau tahu hal menyenangkan lainnya? "
" apa itu? " mata tuan putri membulat
" sepertinya kita datang ke dokter yang sama, "
" o ya? "
" yup, "
" wah ini benar2 menyenangkan! aku akan memberitahunya ke ibuku! tunggu di sini! "
dia menatap punggung sang tuan putri yang berlari menjauh dengan bersemangat dan merasakan kebingungan memuncak di kepalanya. bagaimana caranya dia bisa menyadarkan tuan putri itu kalau ayahnya tidak pergi kemanapun tapi sudah meninggal?
ini sepertinya tugas yang sulit.
" jadi kau sudah bertemu putriku, "
dia menoleh dan melihat seorang wanita yang kelihatan mewah berdiri di belakangnya. wajah wanita itu terlihat sedih.
" anda..? "
" aku ibunya. aku yg meminta dokter membujukmu datang ke sini, "
" oh, "
" terimakasih sudah datang, "
" sama2, "
" bagaimana putriku? "
" menyenangkan. tapi jujur paduka ratu, saya tidak tahu bagaimana cara memberitahu putri anda tentang kenyataan klw dia yang sudah membunuh ayahnya, "
sang ratu seperti sedang berpikir keras, " memang tidak mudah, "
" kenapa anda memilih saya? "
" aku mendengar tentangmu dari dokter dan itu membuat saya terkesan, "
" saya hanya mengesankan di lapangan. tapi untuk hal ini, saya bukan pembicara yang baik, "
" saya hanya ingin seseorang untuk menenangkannya saat dia shock menerima kenyataan itu, "
" apa anda tidak marah karena putri anda melakukan ini semua pada anda? membunuh sang raja.. "
" ya. tapi dia putri saya. dan saya tidak bisa marah padanya, "
logika yang aneh, pikir si gadis sempurna. tapi dia diam dan menyimak kata2 sang ratu.
" sebentar lagi pengacara akan datang dan membacakan surat wasiat. tolong dampingi putriku, "
" ya paduka, "
" ibuuu! aku mencari2 ibu daritadi, "
suara manja itu membuat sang ratu dan gadis itu menoleh.
" ah sayang, maafkan ibu, " ratu berdiri dan menghampiri putrinya
" aku ingin ibu bertemu teman baruku! "
" siapa? "
" dia! " putri itu menunjuk gadis itu
" kami baru saja bertemu, " sang ratu melemparkan senyum pada gadis itu, yang membalas senyum sang ratu dengan sopan.
" wah..bagus sekali! " wajah sang putri menjadi cerah
" ya sayang, " ibunya membelai rambutnya dengan penuh sayang.
" kebetulan sekali kita bertiga bisa bertemu di restoran seperti ini, "
" sebenarnya sayang, ini bukan kebetulan, " ibunya tesenyum kecil
" oya? "
" sebentar lagi paman pengacara akan datang, "
" pengacara? " wajah sang putri terlihat bingung, "untuk apa? "
" ada yang harus paman pengacara ceritakan padamu, "
" oh. tapi teman baruku boleh ikut kan? "
" boleh, "
" selain paman pengacara, doktermu juga akan datang, "
" kenapa banyak yang datang bu? "
" kamu tidak suka kalau dokter datang? "
" aku tidak suka. aku malas minum obat, "
" anak bandel. lihat temanmu selalu minum obat kan? "
gadis itu tersenyum dan mengangguk mengiyakan.
" obatnya membosankan, "
" tapi kau harus tetap meminumnya, " saran gadis itu.
" kurasa dokter akan marah padaku, "
" dia tidak akan marah, "
" well..., "
" tampaknya mereka sudah datang, " sang ratu mendongak saat mendengar suara langkah mendekat dan tersenyum pada tamu2nya: sang dokter dan pengacara berwajah serius. gadis itu melihat perubahan wajah sang putri yang mulai agak curiga. dia mulai tidak nyaman. apa ini semua akan berakhir baik?
" nah sepertinya dokter harus bicara berdua denganmu, " sang ratu menepuk bahu putrinya. putrinya terlihat merengut
" apa aku boleh membawa temanku? "
" sebaiknya tidak, " dokter menggeleng.
" aku akan menunggu bersama ibumu, " gadis itu menepuk bahu sang putri, " have fun, "
dia memperhatikan saat sang putri dan dokter menjauh. dia bergabung dengan sang ratu dan pengacara yang sedang menata meja, menyusun bangku2 menjadi lingkaran, dan menggelar arsip2 dari tas pengacara.
tidak lama kemudian putri itu dan dokter datang dan menempati kursi. wajah putri itu terlihat seperti memikirkan sesuatu.
" kita di sini untuk membacakan surat warisan dari raja untuk putri semata wayangnya, berkaitan dengan kematian raja beberapa hari yang lalu,maka sang putri akan mendapatkan seluruh harta sang raja dan menjadi pemimpin baru negri ini, " pengacara itu membacakan kertas2 dalam genggamannya.
sang ratu terlihat bahagia dan sedih di saat yang bersamaan. dia mengeluarkan saputangan sutra dan menghapus air matanya. dia menepuk bahu putrinya dan tersenyum sedih.
" ayah tidak meninggal! " sang putri terlihat marah dan ketakutan, " ayahku pergi ke tempat yang jauh, "
" ayahmu sudah meninggal sayang, " dokter menggeleng padanya
" tidak! "
" kau yang membunuhnya, "
" aku tidak membunuhnya! bukan aku! "
" lalu siapa? siapa yang membunuhnya? " gadis itu entah kenapa menjadi kesal mendengar pernyataan asal2an tersebut. dia menjadi sangat kesal.
" bukan aku! orang lain! temanku! "
" siapa?! "
" bukan aku! temanku! dia menggunakan tubuhku! "
satu ruangan langsung menjadi sepi.
" apa maksudmu? " gadis itu berdiri dari kursinya, " terimalah kenyataan kalau kan yang membunuhnya! "
" itu bukan aku! bukan aku! bukan aku yang membunuh ayah! tapi dia yang menggunakan tubuhku! tapi bkn aku! " sang putri mulai menjadi histeris. sang ratu menangis. dokter mencoba menenangkan sang putri tapi sang putri masih menjerit2 tidak terima.
tiba2 seorang pria datang membawa kapak dan berseru, " aku sudah membunuh istriku! diam! apa kalian mau aku bunuh juga! kalian sangat berisik! berhenti berteriak! "
" siapa kau? " pengacara yg daritadi diam terlihat kesal, " ini pertemuan khusus kerajaan! orang awam di larang masuk, "
" kalian berteriak2 tentang pembunuhan. aku baru saja membunuh istriku dan kalian membuat aku mengingat itu semua. kalian benar2 ingin mati! "
pria itu mengayunkan kapaknya dan menancapkannya di kepala pengacara itu. sanga ratu yang duduk di sebelah pengacara langsung menjerit. ratu menjadi sasaran berikutnya. dokter memegang tangan putri dan gadis itu dan berbisik
" jangan menjerit! "
pria itu berbalik ke arah mereka bertiga. wajahnya terlihat galak. dia membawa kapaknya mendekat. gadis itu merasakan dirinya menjadi tegang. dia meraba2 mencari pisau di balik bajunya. kalau pria gila itu mencoba membuanuhnya maka dia yang akan membunuh pria itu terlebih dulu.
" kalian tidak boleh berteriak! "
" ya, kami tidak akan berteriak, " sahut gadis itu. ucapannya tenang, tapi tangannya memegang pisau di balik pakaiannya, bersiap untuk keadaan yang paling buruk.
pria gila itu menatap sang putri, " apa kau mengerti? jangan menjerit lagi! "
" ya, " sang putri terlihat ketakutan, seperti mengkerut di bangkunya.
pria itu mengangguk dan pergi.
sang putri melorot di bangkunya, terlihat begitu terpukul
" aku yang membunuh nya, " gumamnya sedih, " tapi bukan aku..., "
" lebih baik kau membawanya ke markasmu untuk diamankan, " saran sang dokter, " aku akan mengurus keadaan di sini, "
gadis itu menjadi sangat pusing dengan keadaan yang tiba2 berubah kacau tersebut. dia hanya bisa mengangguk.
......
" ini markasku. jangan kemana2. disini aman tapi diluar sana tidak, "
putri itu mengangguk mengerti. gadis itu mengangguk puas. mereka berdua sudah meninggalkan kekacauan tadi dan segera pergi ke markas di pinggir kota.
" cantik bos, " salah seorang tentara bersiul dari tendanya
" kalau kau sentuh dia, kau mati, " sahut gadis itu, " ada keluhan? "
" bercanda bos. bos juga cantik. mau main sebentar? "
" mainkan saja apa yang kau punya sendiri sebelum aku menembak kepalamu, " gadis itu mengacungkan senapannya.
" bos, tenanglah. sebentar lagi penyerangannya akan dimulai, " wakilnya menarik tangan gadis itu dengan tidak sabar, " jangan membuat keadaan semakin panas, "
" bukan aku yang mulai, " gadis itu mengangkat bahu, " aku hanya menjawab panggilan orang bodoh, "
" bos, ayolah, " wakilnya memutar mata mendengar kata2 gadis itu, " bos tidak mau melihat amunisi yang baru datang? "
" dimana? "
" di gudang, "
" bawa aku ke sana, "
" hei, " putri itu berdiri dengan wajah ragu2
" apa? " gadis itu menoleh
" aku..apa ada yang bisa aku bantu? "
" tidak. tetaplah di situ. kau akan baik2 saja, "
gadis itu meninggalkan sang putri sendiri dan bergegas ke gudang bersama wakilnya. tiba2 terdengar suara tembakan dan suara serangan mendadak. wakil itu tertembak tapi gadis itu sempat lari dan bersembunyi di balik kotak2 amunisi. dia benar2 tidak menyangka musuh akan menyelinap masuk ke markasnya. berani sekali mereka!
dia membuka kotak amunisi dan mengecek isinya sambil memasukkan amunisi ke dalam senapannya dan mulai menembak. tembakannya mengenai beberapa orang, tapi sebagian yang lain menyergapnya dan menembak kakinya.
rasa sakit yang amat sangat seperti melumpuhkannya, dan dia merasa semuanya gelap.
yang dia dengar hanyalah tawa musuh2nya sebelum dia jatuh ke dalam kegelapan itu.
.....
" anak ini gila? "
" sstt..jangan sebut dia gila. itu tidak sopan. ini penyakit. namanya skizofrenia, "
" ya, apalah itu. tapi dia tetap gila kan? padahal dia imut banget, "
" ibuku yang menanganinya. kami mencoba memantau otak orang yang mengalami skizofrenia dengan brain imaging. kami tidak bisa mengetahui apa yang mereka pikirkan tapi kami tahu mereka memiliki imajinasi yang sangat bagus, "
" kenapa dia memar2 seperti itu? apa kau dan ibumu menyiksanya? "
" hei, kami dokter! tentu saja tidak! dia mencoba kabur dari bangsalnya lalu ditangkap sekelompok preman. mereka memperkosanya, "
" astaga, "
" astaga, " perempuan berambut panjang itu mengiyakan dengan wajah sedih, " mereka mengerjainya habis2an, "
" apa ya yang kira2 dia pikirkan saat ini? " sahabat gadis berambut panjang itu, si gadis dengan rambut keriting, menempelkan wajahnya di jeruji jendela bangsal, memperhatikan anak perempuan seumurannya tertidur di tempat tidur rumah sakit jiwa.
" kita tidak tahu pasti. dia seperti terkurung dalam dunia nya sendiri. dia menyebut dirinya sendiri 'gadis yang sempurna' dan tentang perang. dia sepertinya menganggap dirinya berada di tengah perang lalu dia menjadi komandannya. hal2 seperti itu, "
" aku harap suatu hari nanti kita bisa melihat isi pikiran orang2 dengan skizofrenia, " sahabatnya menghela napas, " aku harap kita bisa berkomunikasi dengan mereka. menjelaskan pada mereka kalau mereka sakit. kalau ketakutan yang mereka lihat itu cuma ada di dalam pikiran mereka saja. dunia dalam kepala mereka, "
" aku juga berharap begitu, "
" dan mungkin suatu hari nanti kita bisa berteman, "
" aku benar2 berharap begitu. dalam dunianya dia sepertinya menganggapku teman. dia mengenaliku setiap aku datang berkunjung. tapiu aku cuma satu dari tokoh dalam dunia nya. seandainya aku bisa benar2 berteman dengannya, "
" dia memanggilmu temannya? "
" dia memanggilku princess, "
.......
she is perfect..
live in perfect time..perfect world...
world in her head...
Powered by Telkomsel BlackBerry®


