Kamis, 17 November 2011

World in her head...

she is perfect...

live in perfect time..
perfect world...


....

maybe the minus is just..
she need doctor to manage her anger...
jadi dia menunggu di ruang tunggu psikiater dengan tdk sabar..
ada begitu banyak hal yang harus dia lakukan..
mengatur perbekalan, memastikan semuanya aman, mengatur ulang markas..
hell...menjadi seorang pemimpin di tengah medan perang memang tidak pernah mudah...
dia mengetuk2kan kakinya dengan tidak sabar, ketika akhirnya pintu ruang dokter dibuka dan suster menyuruhnya masuk..

"jadi bagaimana perkembangan emosimu akhir2 ini? "
pertanyaan bulanan yang selalu dokternya ajukan.
" seperti biasa. keadaannya parah. perang berkecamuk dimana2 dan yah...anggotaku bisa menjadi sangat manja di saat2 seperti ini, "
" perkembangan perang sepertinya bagus. aku menontonnya di TV, "
TV?! dia terjun langsung ke dalam perang. tembak menembak. dia wanita, berumur 20 tahun, dan sudah menjadi pemimpin satu batalyon pria yang semuanya manja dan sangat mengandalkannya.
ini semua jauh lebih seru dibanding TV.
" suasana nya jauh lebih parah on the spot dibanding di TV, " dia menjelaskan, " sangat panas. aku bisa sangat emosian, "
" tapi sekarang sudah jauh lebih berkurang dibanding sebelumnya kan? "
" ya, "
" bagus sekali, "
" ya, "
dokternya kelihatan merenung, " aku mau minta tolong, "
" apa ini berhubungan dengan perang? "
" ya..dan tidak. begini, aku punya seorang pasien. perempuan. seumuran denganmu. dia punya masalah dengan anger management juga. dia menyenangkan. gadis yang sangat menyenangkan. dan semuanya menyayanginya, terutama ayahnya. tapi itu dulu, sebelum minggu lalu dia membunuh ayahnya, "
" dia membunuh ayahnya?! "
" ya. mereka terlibat cek cok dan emosinya tidak terkontrol dan dia membunuh ayahnya. shock membuatnya tidak ingat tentang kejadian itu. dia menganggap ayahnya masih hidup dan sedang pergi jauh. dia menanyakan ayahnya setiap hari. ibunya bingung bagaimana menceritakan ini padanya, "
" dia harusnya masuk ke penjara, "
" masalahnya dia seorang pewaris tunggal. tuan putri yang sangat terkenal, "
" maksud anda....dia tuan putri negri ini? "
" benar sekali, "
" waw..jadi sang raja mati di tangan putrinya sendiri..menarik.."
" kalian seumuran dan punya masalah yg sama. bagaimana kalau kalian berteman? jd kau bisa membantu menjelaskan keadaan padanya, "
" aku? oh c'on doc...aku sibuk. nasib negara ini bergantung padaku, "
" hanya 1 hari saja. please? "
" kenapa cuma 1 hari? "
" besok ulang tahun sang putri dan dia akan mewarisi seluruh kekayaan ayahnya dan juga negri ini, "
" i see, "
" bisakah? "
"aku akan lihat jadwalku, "
" usahakan ya, "
" oke, "


kunjungan ke dokter bukan hal yang menyenangkan tapi perlu untuk dilakukan. dan sekarang permintaan dokternya membuatnya semakin pusing. ini jelas sebuah masalah baru.

" hei bos, "
dia mendongak dan mendapati wakilnya menghampirinya
" berikan laporannya, "
" semuanya beres. kita akan menyerang besok malam. pas tengah malam. akan ada beberapa bantuan dari kubu2 lokal yang ingin membantu perjuangan kita, "
" bagus sekali, "
" dan bos, aku dengar raja sudah meninggal, "
" itu gosip, "
" bos, aku tidak bergosip, "
" lalu? "
" tidak apa2. aku pikir kau belum tau bos, "
" aku? aku tau itu tadi. jangan terlalu dipikirkan. apa yang ada di istana bukan urusan kita. urusan kita ada di perbatasan negara ini. bagaimana perbekalan? "
" sedang menunggu pasokan amunisi. nanti malam datang, "
" bagus, "
" bos, "
" ya? "
" kau sempurna, "
" yeah, "
dia tau itu. dia sempurna. semuanya menyerahkan tanggung jawab padanya. 
" hei, " dia memanggil wakilmya yang pergi menjauh
" ya bos, "
" aku ijin besok. ada urusan di ibukota. jalankan persiapan seperti biasa, "
" oke bos. good luck buat urusanmu, "

aku akan selalu beruntung dude.
karena aku sempurna.


......


"jadi km pemimpin batalyon yang terkenal itu? "
" yup, "
" waw..harusnya ayahku ada di sini untuk melihatmu, "
" well princess...mungkin ayahmu sedang sibuk, "
" ya..sepertinya begitu..aku merindukannya, " gadis itu kelihatan sedih. gaun nya yang indah dan perhiasan yang menghiasi tubuhnya tidak menutupi kesedihan di matanya. 
" kau mau tahu hal menyenangkan lainnya? "
" apa itu? " mata tuan putri membulat
" sepertinya kita datang ke dokter yang sama, "
" o ya? "
" yup, " 
" wah ini benar2 menyenangkan! aku akan memberitahunya ke ibuku! tunggu di sini! "
dia menatap punggung sang tuan putri yang berlari menjauh dengan bersemangat dan merasakan kebingungan memuncak di kepalanya. bagaimana caranya dia bisa menyadarkan tuan putri itu kalau ayahnya tidak pergi kemanapun tapi sudah meninggal?
ini sepertinya tugas yang sulit.

" jadi kau sudah bertemu putriku, "
dia menoleh dan melihat seorang wanita yang kelihatan mewah berdiri di belakangnya. wajah wanita itu terlihat sedih.
" anda..? "
" aku ibunya. aku yg meminta dokter membujukmu datang ke sini, "
" oh, "
" terimakasih sudah datang, "
" sama2, "
" bagaimana putriku? "
" menyenangkan. tapi jujur paduka ratu, saya tidak tahu bagaimana cara memberitahu putri anda tentang kenyataan klw dia yang sudah membunuh ayahnya, " 
sang ratu seperti sedang berpikir keras, " memang tidak mudah, "
" kenapa anda memilih saya? "
" aku mendengar tentangmu dari dokter dan itu membuat saya terkesan, "
" saya hanya mengesankan di lapangan. tapi untuk hal ini, saya bukan pembicara yang baik, "
" saya hanya ingin seseorang untuk menenangkannya saat dia shock menerima kenyataan itu, "
" apa anda tidak marah karena putri anda melakukan ini semua pada anda? membunuh sang raja.. "
" ya. tapi dia putri saya. dan saya tidak bisa marah padanya, "
logika yang aneh, pikir si gadis sempurna. tapi dia diam dan menyimak kata2 sang ratu.
" sebentar lagi pengacara akan datang dan membacakan surat wasiat. tolong dampingi putriku, "
" ya paduka, "
" ibuuu! aku mencari2 ibu daritadi, "
suara manja itu membuat sang ratu dan gadis itu menoleh.
" ah sayang, maafkan ibu, " ratu berdiri dan menghampiri putrinya
" aku ingin ibu bertemu teman baruku! "
" siapa? "
" dia! " putri itu menunjuk gadis itu
" kami baru saja bertemu, " sang ratu melemparkan senyum pada gadis itu, yang membalas senyum sang ratu dengan sopan.
" wah..bagus sekali! " wajah sang putri menjadi cerah
" ya sayang, " ibunya membelai rambutnya dengan penuh sayang.
" kebetulan sekali kita bertiga bisa bertemu di restoran seperti ini, "
" sebenarnya sayang, ini bukan kebetulan, " ibunya tesenyum kecil
" oya? "
" sebentar lagi paman pengacara akan datang, "
" pengacara? " wajah sang putri terlihat bingung, "untuk apa? "
" ada yang harus paman pengacara ceritakan padamu, "
" oh. tapi teman baruku boleh ikut kan? "
" boleh, "
" selain paman pengacara, doktermu juga akan datang, "
" kenapa banyak yang datang bu? "
" kamu tidak suka kalau dokter datang? "
" aku tidak suka. aku malas minum obat, "
" anak bandel. lihat temanmu selalu minum obat kan? "
gadis itu tersenyum dan mengangguk mengiyakan.
" obatnya membosankan, "
" tapi kau harus tetap meminumnya, " saran gadis itu.
" kurasa dokter akan marah padaku, "
" dia tidak akan marah, "
" well..., "
" tampaknya mereka sudah datang, " sang ratu mendongak saat mendengar suara langkah mendekat dan tersenyum pada tamu2nya: sang dokter dan pengacara berwajah serius. gadis itu melihat perubahan wajah sang putri yang mulai agak curiga. dia mulai tidak nyaman. apa ini semua akan berakhir baik?
" nah sepertinya dokter harus bicara berdua denganmu, " sang ratu menepuk bahu putrinya. putrinya terlihat merengut
" apa aku boleh membawa temanku? "
" sebaiknya tidak, " dokter menggeleng.
" aku akan menunggu bersama ibumu, " gadis itu menepuk bahu sang putri, " have fun, "
dia memperhatikan saat sang putri dan dokter menjauh. dia bergabung dengan sang ratu dan pengacara yang sedang menata meja, menyusun bangku2 menjadi lingkaran, dan menggelar arsip2 dari tas pengacara.
tidak lama kemudian putri itu dan dokter datang dan menempati kursi. wajah putri itu terlihat seperti memikirkan sesuatu. 
" kita di sini untuk membacakan surat warisan dari raja untuk putri semata wayangnya, berkaitan dengan kematian raja beberapa hari yang lalu,maka sang putri akan mendapatkan seluruh harta sang raja dan menjadi pemimpin baru negri ini, " pengacara itu membacakan kertas2 dalam genggamannya.
sang ratu terlihat bahagia dan sedih di saat yang bersamaan. dia mengeluarkan saputangan sutra dan menghapus air matanya. dia menepuk bahu putrinya dan tersenyum sedih.
" ayah tidak meninggal! " sang putri terlihat marah dan ketakutan, " ayahku pergi ke tempat yang jauh, "
" ayahmu sudah meninggal sayang, " dokter menggeleng padanya
" tidak! "
" kau yang membunuhnya, "
" aku tidak membunuhnya! bukan aku! "
" lalu siapa? siapa yang membunuhnya? " gadis itu entah kenapa menjadi kesal mendengar pernyataan asal2an tersebut. dia menjadi sangat kesal.
" bukan aku! orang lain! temanku! "
" siapa?! "
" bukan aku! temanku! dia menggunakan tubuhku! "
satu ruangan langsung menjadi sepi.
" apa maksudmu? " gadis itu berdiri dari kursinya, " terimalah kenyataan kalau kan yang membunuhnya! "
" itu bukan aku! bukan aku! bukan aku yang membunuh ayah! tapi dia yang menggunakan tubuhku! tapi bkn aku! " sang putri mulai menjadi histeris. sang ratu menangis. dokter mencoba menenangkan sang putri tapi sang putri masih menjerit2 tidak terima.
tiba2 seorang pria datang membawa kapak dan berseru, " aku sudah membunuh istriku! diam! apa kalian mau aku bunuh juga! kalian sangat berisik! berhenti berteriak! "
" siapa kau? " pengacara yg daritadi diam terlihat kesal, " ini pertemuan khusus kerajaan! orang awam di larang masuk, "
" kalian berteriak2 tentang pembunuhan. aku baru saja membunuh istriku dan kalian membuat aku mengingat itu semua. kalian benar2 ingin mati! "
pria itu mengayunkan kapaknya dan menancapkannya di kepala pengacara itu. sanga ratu yang duduk di sebelah pengacara langsung menjerit. ratu menjadi sasaran berikutnya. dokter memegang tangan putri dan gadis itu dan berbisik
" jangan menjerit! "
pria itu berbalik ke arah mereka bertiga. wajahnya terlihat galak. dia membawa kapaknya mendekat. gadis itu merasakan dirinya menjadi tegang. dia meraba2 mencari pisau di balik bajunya. kalau pria gila itu mencoba membuanuhnya maka dia yang akan membunuh pria itu terlebih dulu.
" kalian tidak boleh berteriak! "
" ya, kami tidak akan berteriak, " sahut gadis itu. ucapannya tenang, tapi tangannya memegang pisau di balik pakaiannya, bersiap untuk keadaan yang paling buruk.
pria gila itu menatap sang putri, " apa kau mengerti? jangan menjerit lagi! "
" ya, " sang putri terlihat ketakutan, seperti mengkerut di bangkunya.
pria itu mengangguk dan pergi. 
sang putri melorot di bangkunya, terlihat begitu terpukul
" aku yang membunuh nya, " gumamnya sedih, " tapi bukan aku..., "
" lebih baik kau membawanya ke markasmu untuk diamankan, " saran sang dokter, " aku akan mengurus keadaan di sini, "
gadis itu menjadi sangat pusing dengan keadaan yang tiba2 berubah kacau tersebut. dia hanya bisa mengangguk.


......


" ini markasku. jangan kemana2. disini aman tapi diluar sana tidak, "
putri itu mengangguk mengerti. gadis itu mengangguk puas. mereka berdua sudah meninggalkan kekacauan tadi dan segera pergi ke markas di pinggir kota.
" cantik bos, " salah seorang tentara bersiul dari tendanya
" kalau kau sentuh dia, kau mati, " sahut gadis itu, " ada keluhan? "
" bercanda bos. bos juga cantik. mau main sebentar? "
" mainkan saja apa yang kau punya sendiri sebelum aku menembak kepalamu, " gadis itu mengacungkan senapannya.
" bos, tenanglah. sebentar lagi penyerangannya akan dimulai, " wakilnya menarik tangan gadis itu dengan tidak sabar, " jangan membuat keadaan semakin panas, "
" bukan aku yang mulai, " gadis itu mengangkat bahu, " aku hanya menjawab panggilan orang bodoh, "
" bos, ayolah, " wakilnya memutar mata mendengar kata2 gadis itu, " bos tidak mau melihat amunisi yang baru datang? "
" dimana? "
" di gudang, "
" bawa aku ke sana, "
" hei, " putri itu berdiri dengan wajah ragu2
" apa? " gadis itu menoleh
" aku..apa ada yang bisa aku bantu? "
" tidak. tetaplah di situ. kau akan baik2 saja, "
gadis itu meninggalkan sang putri sendiri dan bergegas ke gudang bersama wakilnya. tiba2 terdengar suara tembakan dan suara serangan mendadak. wakil itu tertembak tapi gadis itu sempat lari dan bersembunyi di balik kotak2 amunisi. dia benar2 tidak menyangka musuh akan menyelinap masuk ke markasnya. berani sekali mereka!
dia membuka kotak amunisi dan mengecek isinya sambil memasukkan amunisi ke dalam senapannya dan mulai menembak. tembakannya mengenai beberapa orang, tapi sebagian yang lain menyergapnya dan menembak kakinya. 
rasa sakit yang amat sangat seperti melumpuhkannya, dan dia merasa semuanya gelap.
yang dia dengar hanyalah tawa musuh2nya sebelum dia jatuh ke dalam kegelapan itu.


.....


" anak ini gila? "
" sstt..jangan sebut dia gila. itu tidak sopan. ini penyakit. namanya skizofrenia, "
" ya, apalah itu. tapi dia tetap gila kan? padahal dia imut banget, "
" ibuku yang menanganinya. kami mencoba memantau otak orang yang mengalami skizofrenia dengan brain imaging. kami tidak bisa mengetahui apa yang mereka pikirkan tapi kami tahu mereka memiliki imajinasi yang sangat bagus, "
" kenapa dia memar2 seperti itu? apa kau dan ibumu menyiksanya? "
" hei, kami dokter! tentu saja tidak! dia mencoba kabur dari bangsalnya lalu ditangkap sekelompok preman. mereka memperkosanya, "
" astaga, "
" astaga, " perempuan berambut panjang itu mengiyakan dengan wajah sedih, " mereka mengerjainya habis2an, "
" apa ya yang kira2 dia pikirkan saat ini? " sahabat gadis berambut panjang itu, si gadis dengan rambut keriting, menempelkan wajahnya di jeruji jendela bangsal, memperhatikan anak perempuan seumurannya tertidur di tempat tidur rumah sakit jiwa.
" kita tidak tahu pasti. dia seperti terkurung dalam dunia nya sendiri. dia menyebut dirinya sendiri 'gadis yang sempurna' dan tentang perang. dia sepertinya menganggap dirinya berada di tengah perang lalu dia menjadi komandannya. hal2 seperti itu, " 
" aku harap suatu hari nanti kita bisa melihat isi pikiran orang2 dengan skizofrenia, " sahabatnya menghela napas, " aku harap kita bisa berkomunikasi dengan mereka. menjelaskan pada mereka kalau mereka sakit. kalau ketakutan yang mereka lihat itu cuma ada di dalam pikiran mereka saja. dunia dalam kepala mereka, "
" aku juga berharap begitu, "
" dan mungkin suatu hari nanti kita bisa berteman, " 
" aku benar2 berharap begitu. dalam dunianya dia sepertinya menganggapku teman. dia mengenaliku setiap aku datang berkunjung. tapiu aku cuma satu dari tokoh dalam dunia nya. seandainya aku bisa benar2 berteman dengannya, "
" dia memanggilmu temannya? "
" dia memanggilku princess, "
 
 
 
.......
 
 
 
she is perfect..
live in perfect time..perfect world...
 
 
world in her head...


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 09 November 2011

i lose someone who never i meet before

di sebuah kota, tinggallah seorang pelacur..
dia wanita yang baik...memilih pekerjaan seperti itu bukan karena dia ingin, tapi karena dia tidak tahu harus bekerja apa..

kota tempat tinggalnya sedang terlibat perang dan tentara2 berkeliaran di mana2...
saat malam datang tentara2 itu menghampiri pub2 dan mencari wanita untuk menghibur mereka..
malam itu di sebuah pub..
wanita pelacur itu sedang tidak ingin berkumpul dengan teman2 nya dan menggoda tentara2 bertubuh tegap yang sibuk menyombongkan kehebatan mereka di medan perang..
dia mengambil segelas minuman dan duduk di pinggir akuarium..
dan mengamati ikan2 yang berenang itu dengan bosan..
dia berharap ada sesuatu yang bisa menghiburnya..
sesuatu yang lain..
yang berbeda..

seseorang mendekati akuarium itu dan berdiri di sebelahnya, menikmati pemandangan yang sama..
dan wanita itu mendongak dan mendapati seorang pria berwajah serius mengamati akuarium di depannya..
wanita itu mengira pemuda itu tentara yang ingin menggodanya..
maka dia meletakkan gelasnya dan tersenyum pada pemuda itu..
" traktirlah aku segelas minum lagi dan kita bisa mengobrol hal2 yang menyenangkan, " dia menawarkan.
tentara di sebelahnya menggeleng dengan kaku dan berkata "aku tidak mencari teman untuk bicara, "
" lalu kenapa kau menghampiriku? "
" aku ingin melihat akuarium ini, "
atas jawaban yang sangat lugu tersebut, wanita itu terkejut dan bertanya lagi. kali ini dengan nada murni keingin tahuan
" kau suka ikan? "
pemuda itu tersenyum begitu lembut, sehingga untuk sesaat wanita itu melupakan dunia nya dan seakan tersedot dalam senyuman itu
" ya, "
" kenapa? "
wanita itu tdk mengetahui kenapa dia bertanya begitu banyak. pemuda itu bahkan tidak tertarik padanya, tapi pada ikan - ikan itu. tapi dia begitu tertarik dengan pria itu.
" rumahku di pinggir pantai dan dulu setiap hari aku pergi ke pantai untuk menyelam. ikan2nya sangat indah, "
" aku juga! "
dan mereka pun bertukar cerita.
dan seperti yang wanita itu janjikan, mereka terlibat dalam sebuah percakapan seru yang menyenangkan malam itu.
walaupun tanpa segelas minuman lagi dari tentara itu.

keesokan harinya, wanita itu menjadi bersemangat..dia berharap tentara lugu kemarin akan datang lagi malam itu ke pub..
dan tentara itu benar2 datang..
mereka mengobrol lagi..
dan wanita itu pun menyadari dia menyayangi tentara itu..
dari kebaikannya, dari kesederhanaannya, dari senyumannya, dari kesungguhannya, dari kisah hidupnya..
dia menyukai tentara itu..
dan dia memeluk tentara itu saat mereka akan berpisah..
wajah tentara itu memerah, semerah gaun malam yang dikenakan wanita itu..
dan sejak malam itu mereka memutuskan untuk menjadi kekasih..

keesokan paginya, tentara itu mengantar wanita tersebut ke sekolah..
wanita tersebut masih bersekolah, walaupun saat malam datang dia pergi mencari kerja..
tentara itu berjanji akan melindunginya..
terutama saat kota mereka sedang dalam keadaan yang tidak pasti dan berbahaya seperti ini..
wanita itu merasa begitu bahagia dan ingin mencium kekasihnya tersebut untuk pertama kalinya..
tapi pria itu hanya tersenyum dan berkata, " kita lanjutkan nanti ya, "
" kamu janji? " wanita itu setengah merajuk
" janji, "

sore itu, wanita itu menunggu kekasihnya datang menjemputnya..
dia menunggu di depan kelasnya yang sepi..tdk sabar menanti kekasihnya datang dan mengecupnya..
tapi yang dia lihat malah beberapa sosok tentara musuh yang datang menginvasi sekolahnya..
dia begitu ketakutan..
tentara musuh melihatnya dan menodongkan pistol mereka..
lalu seseorang melindunginya saat dia menutup mata..
dan saat dia membuka mata, dia melihat kilasan tubuh kekasihnya berlumuran darah..
darah dimana mana..
di tubuh kekasihnya..di tangannya..di lantai..

dia memejamkan mata dan menjerit..
menjerit dan menangis begitu histeris...
orang2 menghampirinya..menanyakan keadaannya..
dia balas menjerit pada mereka..
" tolong dia! tolong dia! "
orang2 itu balas bertanya, "siapa? "
wanita itu membuka mata dan di depannya tak ada apapun..
tak ada tubuh tanpa nyawa kekasihnya..
tak ada darah..
tak ada musuh..
tak ada apapun..
dan teman2 sekolahnya mengerumuninya...

" seseorang menembaknya! "
" menembak siapa? "
" apa kalian buta? seseorang menembak kekasihku! "
" tidak ada yang tertembak! "
" apa kalian tidak mengenalnya?! "
" tidak. kami tidak kenal nama yang kau sebutkan, "
mereka pergi meninggalkan wanita itu sendiri..

wanita itu menangis, menatap kedua tangannya yang bersih dan berbisik..

" tapi dia ada..dia berjanji..dia sudah berjanji..."



gw membuka mata..
dan menangis..
"tapi dia berjanji pulang sekolah nanti dia mau cium gw..."


i lose someone who never i meet before...

one day....

di suatu kota hiduplag sebuah keluarga yang miskin..

ayahnya seorang pemabuk yang lumpuh, mengidap TBC kronis dan cuma bisa duduk di kursi roda...
dan memaki - maki akan kehidupannya yang tidak beruntung..
kebalikannya, sang ibu adalah seorang wanita cantik yang mencintai harta dan mode..
akhirnya memutuskan untuk menjadi simpanan wali kota dan meninggalkan suami nya yang penyakitan dan anak2 mereka..
keluarga itu memiliki 3 anak..
anak pertama laki2 dengan sifat yang sangat lembut dan bertanggung jawab...
menanggung beban keluarga nya yang hancur sendirian, mencari nafkah untuk kedua adiknya dan ayah mereka yang sakit..
anak kedua perempuan, mencoba menggantikan peran ibu mereka yang tidak pernah ada..mengurus rumah, adiknya dan ayah mereka..
anak ketiga bocah laki - laki yang lugu..
bercita - cita menyembuhkan ayah mereka dan memperbaiki rumah mereka yang bobrok..
tapi tidak bisa beranjak dari tempat tidurnya karena sakit parah yang dideritanya sejak kecil..

kehidupan mereka terasa sama, sampai suatu hari sang kakak menemukan bukti korupsi dan kejahatan dari ayah tiri mereka, sang walikota..
dan sebelum sang kakak memberitahu ke orang banyak, walikota yang jahat itu membunuh sang kakak..
tanpa meninggalkan sedikitpun bukti, sehingga ibu mereka tidak tahu dan hanya bisa menangisi kematian putra yang paling dia sayangi tersebut..
sedangkan sang adik perempuan tidak memiliki cukup bukti untuk menunjukkan kalau pembunuh kakak nya adalah sang walikota..

suatu hari, mendapati kesedihan yang sangat dalam dari istri mudanya, sang walikota memutuskan untuk mengajaknya berlibur..
lalu sang istri pun kembali ke rumahnya yang lama dengan membawa anak - anak baru nya dan menitipkannya ke anak perempuannya selama dia berlibur...
3 orang anak yang berpakaian indah, dengan wajah yang masih segar..berbeda sekali dengan anak2 nya yang sebelumnya yang terlihat lelah dan kelaparan..
sang walikota datang ke gubug tersebut dengan pongah, berkata bahwa sang anak perempuan itu harus menjaga anak - anak nya yang berharga karena mereka jauh lebih berharga dibanding dia dan seluruh keluarga nya..
kata - kata dan sesuatu dalam pandangan mata walikota itu membuat anak perempuan itu semakin yakin walikota itu yang membunuh kakak nya demi menutup - nutupi kejahatannya..
tepat saat kemarahan menguasai anak perempuan itu dan dia ingin membuka mulut untuk membentak walikota yang sombong itu, sahabat dia dan kakaknya, seorang anak laki - laki penjual koran yang periang, datang...
dengan alasan mau mengantar sahabatnya ke kamar, anak perempuan itu pergi dari ruangan tempat sang walikota dan keluarga nya yang sempurna menunggu..
anak perempuan itu menanyakan kenapa tiba2 sahabatnya itu datang, dan sahabat nya itu mengeluarkan sebuah amplop yang disimpannya dalam tas nya yang kucel..
" kakakmu memberikan ini padaku di pagi hari sebelum kematiannya. dia memintaku menjaganya baik2. aku merasa kau perlu tahu tentang ini. sepertinya surat ini penting, "
anak perempuan itu membuka surat tersebut dan tercengang..
surat itu berisi bukti kejahatan walikota itu..
kakaknya tidak membawa surat itu karena dia tahu dia akan  di incar, karena itu dia menitipkannya pada sahabatnya, si tukang koran yang baik..

" tunggu di sini! " pesan anak perempuan itu, " dan apapun yang terjadi jangan tinggalkan kamar ini! "
dia tahu saat ini bawahan walikota itu pasti sedang mengincar sahabatnya itu dan dia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengan sahabatnya itu.
anak perempuan itu juga memperingatkan hal yang sama pada adik laki - laki nya. adiknya yang manis hanya tersenyum dan berkata dia akan menunggu.

lalu anak perempuan itu bergegas menghampiri walikota dan ibunya yang sedang menunggu di ruang tamu rumah itu..
dan dia menunjukkan surat itu pada ibu nya..
dan menjelaskan semuanya..
wanita itu menjadi histeris saat mengetahui siapa pembuhun anak lelaki kesayangannya, dan memanggil polisi..
polisi menangkap sang walikota dan dengan bukti itu, mereka memenjarakannya..
dan wanita yang kehilangan orang2 yang dicintainya itu jatuh dalam rasa sedih yang dalam dan akhirnya pergi meninggalkan rumah itu sambil berteriak2 histeris seperti orang gila...

dan sekarang anak perempuan itu telah menyelesaikan tugasnya...
dia memandangi anak - anak yang ditinggalkan ibunya..
mereka masih kecil dan ketakutan melihat apa yang menimpa orang tua mereka..
anak perempuan itu tidak tega meninggalkan mereka sendirian tak terurus, maka dia memeluk mereka semua dan memutuskan merawat adik2 tirinya dan menanggung kehidupan mereka semua, menggantikan kakak laki2nya yang telah tiada...

adik tirinya yang pertama yang seumuran dengan sahabatnya si tukang koran tiba2 memecahkan keheningan haru itu
"ayahku tidak akan membiarkan kita bahagia begitu saja, "
anak perempuan itu pun tersadar..
dia berlari ke kamar adik laki2nya..
kondisi anak itu semakin memburuk dari hari ke hari dan kehebohan tadi bisa mempengaruhinya dengan cepat..
memperburuk keadaannya..
saat dia membuka pintu, yang dia temukan adalah sesosok anak kecil bersimbah darah, tergeletak lemas di lantai sambil terbatuk - batuk...
menahan kesakitan dengan tubuh ringkihnya...

anak perempuan itu menangis dan memeluk adiknya..
adik laki2 nya balas memeluknya dan berkata agar dia jangan menangis..
karena dia akan menyusul kakak laki2 mereka..
dan dia mendoakan yang terbaik bagi kakak perempuannya..
dan dia tersenyum sebelum menutup mata..
walaupun anak perempuan itu menjerit agar adik semata wayangnya itu tidak meninggalkannya sendiri...
tapi adiknya sudah tidak ada lagi di sisinya..

perasaan nya begitu hampa..
dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan..
dia menghampiri kamarnya, mencoba memikirkan bagaimana caranya mengabarkan pada sahabatnya tentang kematian adiknya..
saat dia membuka pintu, hidupnya seperti tersedot seluruhnya dalam jurang yang dalam..
karena yang dia lihat adalah pemandangan dimana 2 sosok orang yang dicintainya..
ayah dan sahabatnya..
berlumuran darah..
luka tembak di dada mereka..
kaca jendela pecah..
ruangan acak2an...
seseorang menembak mereka dari kejauhan...

dia merasa begitu hampa saat dia menutup pintu..
apa yang harus dia lakukan sekarang?
dia sendirian, dengan 3 mayat penuh darah dalam rumahnya..
dan 3 orang anak kecil yang tidak dia kenal tapi mereka membutuhkannya..

dia kembali ke ruang tamu dan mendapati adik tirinya tertidur saling berpelukan..
dan adik tirinya yang sulung menunggunya di pojokan ruangan, menatapnya dengan pandangan pedih..
"aku mengenal tukang koran itu, " kata2 itu terlontar dari bibir mungilnya " dan kami berteman, "
" ia sudah meninggal, " sahut anak perempuan itu, merasa lebih sendiri daripada sebelumnya, " begitu juga dengan ayah dan adik laki2ku, "
adik tirinya menghampirinya dan menunjukkan padanya sebuah kertas lusuh dengan coret2an desain berantakan di dalamnya..
"aku dan tukang koran itu ingin memperbaiki rumah ini, " adik laki2 nya mendongak, " ayo kita mulai semuanya dari awal. dan membiarkan mereka yang kita sayang beristirahat dengan tenang, "


beberapa tahun kemudian...
sebuah flat yang kecil tapi rapi berdiri di pinggir kota..
di tempat yang dulunya merupakan saksi bisu tempat tinggal sebuah keluarga miskin yang malang..
pengelolanya seorang wanita yang ramah dengan mata yang selalu menyiratkan kesedihan..
lalu saudara tirinya, seorang pemuda yang pendiam, dengan pakaian rapi dan sikap dingin dan misterius..
dan 2 adik perempuannya, dua orang gadis yang cantik, berpakaian mewah dengan rambut yang berkemilau, seperti seorang wanita yang dulu pernah diakui kecantikannya seantero kota, sebelum wanita itu menjadi gila dan menghilang dari kota tersebut...

wanita pengelola flat itu menatap saudara tirinya dan berkata
"apakah dengan begini mereka semua sudah tenang? "



lalu wanita itu terbangun...



karena ini semua adalah mimpi gw...
3 hari yang lalu...