di suatu kota hiduplag sebuah keluarga yang miskin..
ayahnya seorang pemabuk yang lumpuh, mengidap TBC kronis dan cuma bisa duduk di kursi roda...
dan memaki - maki akan kehidupannya yang tidak beruntung..
kebalikannya, sang ibu adalah seorang wanita cantik yang mencintai harta dan mode..
akhirnya memutuskan untuk menjadi simpanan wali kota dan meninggalkan suami nya yang penyakitan dan anak2 mereka..
keluarga itu memiliki 3 anak..
anak pertama laki2 dengan sifat yang sangat lembut dan bertanggung jawab...
menanggung beban keluarga nya yang hancur sendirian, mencari nafkah untuk kedua adiknya dan ayah mereka yang sakit..
anak kedua perempuan, mencoba menggantikan peran ibu mereka yang tidak pernah ada..mengurus rumah, adiknya dan ayah mereka..
anak ketiga bocah laki - laki yang lugu..
bercita - cita menyembuhkan ayah mereka dan memperbaiki rumah mereka yang bobrok..
tapi tidak bisa beranjak dari tempat tidurnya karena sakit parah yang dideritanya sejak kecil..
kehidupan mereka terasa sama, sampai suatu hari sang kakak menemukan bukti korupsi dan kejahatan dari ayah tiri mereka, sang walikota..
dan sebelum sang kakak memberitahu ke orang banyak, walikota yang jahat itu membunuh sang kakak..
tanpa meninggalkan sedikitpun bukti, sehingga ibu mereka tidak tahu dan hanya bisa menangisi kematian putra yang paling dia sayangi tersebut..
sedangkan sang adik perempuan tidak memiliki cukup bukti untuk menunjukkan kalau pembunuh kakak nya adalah sang walikota..
suatu hari, mendapati kesedihan yang sangat dalam dari istri mudanya, sang walikota memutuskan untuk mengajaknya berlibur..
lalu sang istri pun kembali ke rumahnya yang lama dengan membawa anak - anak baru nya dan menitipkannya ke anak perempuannya selama dia berlibur...
3 orang anak yang berpakaian indah, dengan wajah yang masih segar..berbeda sekali dengan anak2 nya yang sebelumnya yang terlihat lelah dan kelaparan..
sang walikota datang ke gubug tersebut dengan pongah, berkata bahwa sang anak perempuan itu harus menjaga anak - anak nya yang berharga karena mereka jauh lebih berharga dibanding dia dan seluruh keluarga nya..
kata - kata dan sesuatu dalam pandangan mata walikota itu membuat anak perempuan itu semakin yakin walikota itu yang membunuh kakak nya demi menutup - nutupi kejahatannya..
tepat saat kemarahan menguasai anak perempuan itu dan dia ingin membuka mulut untuk membentak walikota yang sombong itu, sahabat dia dan kakaknya, seorang anak laki - laki penjual koran yang periang, datang...
dengan alasan mau mengantar sahabatnya ke kamar, anak perempuan itu pergi dari ruangan tempat sang walikota dan keluarga nya yang sempurna menunggu..
anak perempuan itu menanyakan kenapa tiba2 sahabatnya itu datang, dan sahabat nya itu mengeluarkan sebuah amplop yang disimpannya dalam tas nya yang kucel..
" kakakmu memberikan ini padaku di pagi hari sebelum kematiannya. dia memintaku menjaganya baik2. aku merasa kau perlu tahu tentang ini. sepertinya surat ini penting, "
anak perempuan itu membuka surat tersebut dan tercengang..
surat itu berisi bukti kejahatan walikota itu..
kakaknya tidak membawa surat itu karena dia tahu dia akan di incar, karena itu dia menitipkannya pada sahabatnya, si tukang koran yang baik..
" tunggu di sini! " pesan anak perempuan itu, " dan apapun yang terjadi jangan tinggalkan kamar ini! "
dia tahu saat ini bawahan walikota itu pasti sedang mengincar sahabatnya itu dan dia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengan sahabatnya itu.
anak perempuan itu juga memperingatkan hal yang sama pada adik laki - laki nya. adiknya yang manis hanya tersenyum dan berkata dia akan menunggu.
lalu anak perempuan itu bergegas menghampiri walikota dan ibunya yang sedang menunggu di ruang tamu rumah itu..
dan dia menunjukkan surat itu pada ibu nya..
dan menjelaskan semuanya..
wanita itu menjadi histeris saat mengetahui siapa pembuhun anak lelaki kesayangannya, dan memanggil polisi..
polisi menangkap sang walikota dan dengan bukti itu, mereka memenjarakannya..
dan wanita yang kehilangan orang2 yang dicintainya itu jatuh dalam rasa sedih yang dalam dan akhirnya pergi meninggalkan rumah itu sambil berteriak2 histeris seperti orang gila...
dan sekarang anak perempuan itu telah menyelesaikan tugasnya...
dia memandangi anak - anak yang ditinggalkan ibunya..
mereka masih kecil dan ketakutan melihat apa yang menimpa orang tua mereka..
anak perempuan itu tidak tega meninggalkan mereka sendirian tak terurus, maka dia memeluk mereka semua dan memutuskan merawat adik2 tirinya dan menanggung kehidupan mereka semua, menggantikan kakak laki2nya yang telah tiada...
adik tirinya yang pertama yang seumuran dengan sahabatnya si tukang koran tiba2 memecahkan keheningan haru itu
"ayahku tidak akan membiarkan kita bahagia begitu saja, "
anak perempuan itu pun tersadar..
dia berlari ke kamar adik laki2nya..
kondisi anak itu semakin memburuk dari hari ke hari dan kehebohan tadi bisa mempengaruhinya dengan cepat..
memperburuk keadaannya..
saat dia membuka pintu, yang dia temukan adalah sesosok anak kecil bersimbah darah, tergeletak lemas di lantai sambil terbatuk - batuk...
menahan kesakitan dengan tubuh ringkihnya...
anak perempuan itu menangis dan memeluk adiknya..
adik laki2 nya balas memeluknya dan berkata agar dia jangan menangis..
karena dia akan menyusul kakak laki2 mereka..
dan dia mendoakan yang terbaik bagi kakak perempuannya..
dan dia tersenyum sebelum menutup mata..
walaupun anak perempuan itu menjerit agar adik semata wayangnya itu tidak meninggalkannya sendiri...
tapi adiknya sudah tidak ada lagi di sisinya..
perasaan nya begitu hampa..
dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan..
dia menghampiri kamarnya, mencoba memikirkan bagaimana caranya mengabarkan pada sahabatnya tentang kematian adiknya..
saat dia membuka pintu, hidupnya seperti tersedot seluruhnya dalam jurang yang dalam..
karena yang dia lihat adalah pemandangan dimana 2 sosok orang yang dicintainya..
ayah dan sahabatnya..
berlumuran darah..
luka tembak di dada mereka..
kaca jendela pecah..
ruangan acak2an...
seseorang menembak mereka dari kejauhan...
dia merasa begitu hampa saat dia menutup pintu..
apa yang harus dia lakukan sekarang?
dia sendirian, dengan 3 mayat penuh darah dalam rumahnya..
dan 3 orang anak kecil yang tidak dia kenal tapi mereka membutuhkannya..
dia kembali ke ruang tamu dan mendapati adik tirinya tertidur saling berpelukan..
dan adik tirinya yang sulung menunggunya di pojokan ruangan, menatapnya dengan pandangan pedih..
"aku mengenal tukang koran itu, " kata2 itu terlontar dari bibir mungilnya " dan kami berteman, "
" ia sudah meninggal, " sahut anak perempuan itu, merasa lebih sendiri daripada sebelumnya, " begitu juga dengan ayah dan adik laki2ku, "
adik tirinya menghampirinya dan menunjukkan padanya sebuah kertas lusuh dengan coret2an desain berantakan di dalamnya..
"aku dan tukang koran itu ingin memperbaiki rumah ini, " adik laki2 nya mendongak, " ayo kita mulai semuanya dari awal. dan membiarkan mereka yang kita sayang beristirahat dengan tenang, "
beberapa tahun kemudian...
sebuah flat yang kecil tapi rapi berdiri di pinggir kota..
di tempat yang dulunya merupakan saksi bisu tempat tinggal sebuah keluarga miskin yang malang..
pengelolanya seorang wanita yang ramah dengan mata yang selalu menyiratkan kesedihan..
lalu saudara tirinya, seorang pemuda yang pendiam, dengan pakaian rapi dan sikap dingin dan misterius..
dan 2 adik perempuannya, dua orang gadis yang cantik, berpakaian mewah dengan rambut yang berkemilau, seperti seorang wanita yang dulu pernah diakui kecantikannya seantero kota, sebelum wanita itu menjadi gila dan menghilang dari kota tersebut...
wanita pengelola flat itu menatap saudara tirinya dan berkata
"apakah dengan begini mereka semua sudah tenang? "
lalu wanita itu terbangun...
karena ini semua adalah mimpi gw...
3 hari yang lalu...
Rabu, 09 November 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar