okay, check it out...
apa yang dimaksud dengan self cutting?

melukai diri sendiri dengan tujuan untuk membuat goresan atau irisan pada tubuh dengan menggunakan benda tajam_cukup tajam untuk melukai kulit dan membuatnya berdarah_disebut dengan self cutting. self cutting digolongkan ke dalam self-injury (melukai diri sendiri), atau SI. kebanyakan orang yang melakukannya adalah wanita, walaupun ada pria yang melakukannya juga. orang yang mempunyai kebiasaan ini biasanya memulai kebiasaannya sejak remaja, beberapa terus melanjutkan kebiasaan ini sampai dewasa.
self cutting biasanya dilakukan di pergelangan tangan, lengan, atau pinggang. beberapa orang menyakiti dirinya sendiri dengan membakar kulit mereka dengan korek api.
saat luka iris atau bakar tersebut sembuh, biasanya akan terbentuk jaringan parut. biasanya orang2 tersebut akan menyembunyikan tanda tersebut supaya orang lain tidak mengetahuinya.
mengapa seseorang melakukan self cutting?
sulit dimengerti mengapa orang melukai dirinya sendiri dengan sengaja. self cutting merupakan sebuah jalan bagi beberapa orang untuk mengatasi rasa sakit dari sebuah emosi yang sangat kuat, tekanan emosi yang berat, atau masalah hubungan yang tidak lancar. mereka merasa bahwa perasaan2 itu terlalu berat untuk ditanggung atau situasi tersebut tidak memiliki kesempatan untuk berubah.beberapa orang melakukan self cutting karena mereka merasa putus asa untuk lepas dari perasaan2 negatif tersebut. orang2 itu tidak mengetahui cara lain yang lebih baik untuk melepaskan rasa sakit secara emosional tersebut. beberapa orang melakukan self cutting untuk mengekspresikan rasa marah, sedih, putus asa, perasaan ditolak, atau perasaan kosong dalam dirinya.
masih banyak cara untuk mengatasi kesulitan, termasuk masalah dan rasa sakit emosional. bantuan dari ahli kesehatan mental mungkin dapat membantu untuk masalah besar atau emosi yang sangat meluap. untuk masalah lainnya, membicarakan masalah tersebut dengan orang tua, sahabat, atau orang lain, mungkin bisa membantu. berolahraga juga bisa membantu menyeimbangkan emosi di dalam diri kita.
tetapi orang yang melakukan self - cutting mungkin tidak mendapatkan cara untuk mengatasi masalahnya, atau kemampuan nya untuk mengatasi masalah itu dikalahkan oleh penderitaan emosional yang sangat intens. ketika suatu emosi tidak terekspresikan dengan cara yang benar, akan terbentuk ketegangan_terkadang mencapai ke titik yang terlihat hampir tidak tertahankan lagi. self cutting merupakan cara untuk melepaskan diri dari tekanan hebat tadi. bagi beberapa orang, self cutting bisa menjadi sebuah cara untuk mengontrol perasaannya.
kebutuhan untuk melakukannya dipicu oleh sebuah perasaan kuat yang tidak dapat diekspresikan keluar, seperti kemarahan, rasa sakit, malu, frustasi, atau keterasingan. orang yang melakukan self cutting biasanya mengatakan bahwa mereka merasa tidak pas di suatu kondisi atau tidak ada seorangpun yang mengerti mereka. seseorang bisa melakukan self cutting karena kehilangan orang terdekat mereka, atau untuk melepaskan diri dari perasaan kosong yang melanda mereka. self cutting terlihat menjadi satu satunya jalan untuk mengekspresikan atau melepaskan diri dari penderitaan personal dari suatu hubungan atau perasaan ditolak.
orang dengan self cutting atau kelainan self-injuries lainnya biasanya memiliki masalah mental lain yang ikut berkontribusi di dalam ketegangan emosional yang mereka rasakan. self cutting terkadang (tapi tidak selalu) diasosiasikan dengan depresi, bipolar disorder, eating disorder, dan OCD. bisa juga merupakan tanda dari adanya kelainan mental yang menyebabkan seseorang memiliki masalah dalam mengatur impulse mereka atau untuk mengambil resiko yang tidak perlu. beberapa orang yang melakukan self cutting memiliki masalah dengan alkohol atau obat2an terlarang.
beberapa orang yang melakukan self cutting mempunyai pengalaman traumatik, seperti kekerasan atau bencana alam. self injury bisa menjadi sebuah cara untuk "terbangun" dari perasaan mati rasa yang mereka alami setelah pengalaman traumatis tersebut. atau bisa juga merupakan sebuah cara untuk menimbulkan kembali rasa sakit yang mereka lalui, ekspresi dari rasa marah, atau mencoba untuk mengatasi perasaan itu.
apa yang dapat terjadi pada orang dengan self cutting?
walaupun self cutting bisa menjadi pelepasan sementara dari rasa tidak enak yang kita alami, bahkan orang2 dengan kelainan ini mengakui bahwa cara ini bukanlah cara yang baik untuk melampiaskan emosinya. karena satu hal yang penting, yaitu perasaan lepas tersebut hanyalah sementara. masalah yang menyebabkan seseorang melakukan self cutting masih ada_mereka hanya menutupinya saja.orang2 tersebut tidak selalu bermaksud untuk melukai dirinya secara permanen. dan mereka juga tidak selalu bermaksud untuk tetap melakukan self cutting sejak awal. tapi keduanya dapat terjadi. mungkin saja terjadi kesalahan memperkirakan dalamnya irisan yang mereka lakukan, membuat irisannya terlalu dalam sehingga sampai membutuhkan jahitan (atau dalam kasus yang ekstrim, dirawat di rumah sakit). luka irisan tersebut dapat terinfeksi jika pelaku self cutting itu menggunakan alat2 yang tidak steril atau kotor, seperti silet, gunting, pin, atau bahkan ujung tajam dari kaleng soda.
sebagian besar orang yang melakukan self cutting tidak bermaksud untuk bunuh diri. self cutting biasanya merupakan sebuah usaha untuk merasa lebih baik, bukan untuk mengakhiri segalanya. walaupun beberapa orang melakukan cutting sebagai usaha bunuh diri, biasanya itu terjadi karena masalah emosional yang berada di belakang keinginan untuk melukai diri sendiri, bukan dari kebiasaan self cutting itu sendiri.
self cutting bisa menjadi sebuah kebiasaan, menjadi sebuah OCD_maksudnya adalah semakin sering seseorang melakukannya, semakin dia merasa butuh untuk melakukannya. otak mulai mengaitkan perasaan negatif dengan perasaan ingin melakukan cutting, dan menjadikannya sebagai kebutuhan jika perasaan yg sama terulang lagi di kemudian hari. ketika self cutting menjadi kebiasaan yang kompulsif, self cutting terlihat tidak mungkin untuk dihentikan. sehingga self cutting menjadi semacam kecanduan, dimana kebutuhan untuk melakukannya sangat sulit untuk dilawan. sebuah kebiasaan yang awalnya di maksudkan untuk mengontrol diri berakhir menjadi kebiasaan yang mengtrolmu.
bagaimana sebuah cutting dimulai?
self cutting biasanya dimulai dari keinginan hati. bukan sesuatu yang selalu terpikirkan sepanjang hari.
seorang gadis bernama Shauna berkata, " awalnya adalah ketika merasa sedih, dan kamu tidak tahu harus bicara pada siapa dan harus melakukan apa. tapi kamu tidak bisa berhenti memikirkannya dan menjadi semakin sedih, dan tubuhmu tidak bisa menahannya lagi. sebelum kamu menyadarinya, kamu sudah mengiris dirimu sendiri. dan entah bagaimana, kamu merasa seperti berada di tempat lain. lalu, di waktu lain saat kamu merasa sedih akan sesuatu, kamu mencobanya lagi_dan lama2 menjadi sebuah kebiasaan, "
Natalie, seorang anak SMA yang memulai self cutting sejak SMP, menjelaskan bahwa self cutting adalah caranya untuk mengalihkan perhatiannya dari perasaan tertolak dan tak berdaya yang tdk bisa dia tanggung. "aku tidak pernah melihatnya sebagai sesuatu yang buruk pada awalnya_hanya caraku untuk mengeluarkan sesuatu yang menyedihkan dari pikiranku. kurasa ada bagian dari diriku yang merasa kalau itu adalah hal yang buruk, karena aku selalu menyembunyikannya. suatu kali pernah seorang temanku bertanya apakah aku melukai diriku sendiri dan aku berbohong padanya dan berkata tidak. aku merasa malu, "
terkadang self injury mempengaruhi penilaian seseorang terhadap tubuhnya. jen berkata, " aku sebenarnya menyukai bagaimana luka iris itu terlihat. aku merasa kesal saat mereka mulai sembuh_dan aku akan 'memperbarui' mereka. sekarang aku bisa melihat bagaimana itu terdengar gila, tapi saat itu, semuanya terlihat sangat beralasan bagiku. aku merasa segala hal adalah tentang luka2 itu_seakan mereka adalah sesuatu tentangku yang hanya aku yg tahu. mereka seperti caraku sendiri untuk mengontrol sesuatu. aku tidak akan lagi melakukannya, tapi sekarang aku harus menanggung bekas2 parutnya, "
kau tidak bisa memaksa seseorang dengan self cutting untuk berhenti. tidak ada gunanya marah pada temanmu yang melakukannya, menolak orang tersebut, menceramahinya, atau memohon padanya untuk berhenti. labih baik, biarkan temanmu tahu bahwa kamu peduli padanya, bahwa dia berhak untuk merasa bahagia dan hidup secara sehat, dan tidak ada seorang pun yang harus menghadapi masalahnya sendirian.
kebutuhan untuk melakukan cutting?
orang yang melakukan self injury biasanya menghadapi beberapa masalah berat. butuh kerja keras untuk menghadapi masalah yang sulit. karena itu, mereka sulit menerima kalau ada beberapa anak kecil yang melakuaknnya hanya karena mereka pikir itu terlihat keren.Tia mencoba melakukan self cutting karena beberapa anak perempuan di sekolahnya melakukannya. "seakan kalau aku tidak melakukannya, mereka akan berpikir kalau aku penakut. jadi aku mencoba sekali. tapi kemudian aku berpikir betapa bodohnya aku melakukan hal seperti ini pada diriku sendiri tanpa alasan yang bagus. lain kali kalau mereka bertanya, aku akan berkata "tidak, terimakasih_itu bukan untukku, "
jika kamu memiliki seseorang yang menyuruhmu untuk melakukannya, pikirkan apa yang akan kamu katakan. mengapa kamu harus terlibat dalam sesuatu yang kamu tahu tidak baik bagimu? masih banyak cara lain untuk mengekspresikan dirimu apa adanya.
mandapatkan bantuan
ada banyak cara untuk menghadapi sebuah masalah tanpa harus melakukan self cutting_cara yang lebih sehat, tahan lama, dan tidak meninggalkan emosional dan fisikal parut. yang pertama adalah dengan mendapatkan bantuan dengan masalah yang menyebabkan seseorang melakukan self cutting:- ceritakan pada seseorang. orang yang sudah berhenti melakukan self cutting mengatakan bahwa langkah pertama adalah langkah yang paling sulit. tapi mereka juga mengatakan bahwa setelah mereka terbuka tentang itu, mereka merasa jauh lebiih lega. pilih seseorang yang kamu percaya untuk bicara. jika terlalu sulit untuk membicarakannya, tuliskan di atas kertas.
- identifikasi masalah yang menjadi pemicu self cutting. self cutting merupakan sebuah cara untuk bereaksi terhadap tekanan ataupun rasa sakit emosional. cobalah cari tahu perasaan atau situasi seperti apa yang menyebabkanmu melakukan cutting. apakah itu kemarahan?tekanan untuk menjadi sempurna?masalah hubungan dengan orang lain?rasa sakit kehilangan atau trauma?dikritik atau disalah artikan? identifikasikan masalah yang kamu miliki, lalu beritahu seseorang tentang itu. banyak orang yang memiliki masalah yang sama. disinilah dimana seorang ahli kesehatan mental dapat membantu.
- mintalah bantuan. beritahu seseorang kalau kamu ingin bantuan untuk menghadapi masalahmu dan menghentikan self cutting. jika orang yang kamu mintai tolong tidak dapat membantu, cari bantuan lain. tanyakan pada orang lain.
- hadapi. banyak orang dengan penderitaan batin yang dalam membutuhkan kunjungan konseling dan menyelesaikannya dengan ahli kesehatan mental untuk membantu melaluinya, menyembuhkan luka masa lalu, dan untuk belajar cara yang lebih baik untuk menghadapi stress. satu cara yang mudah untuk menemukan terapist adalah dengan bertanya pada dokter, sekolah, atau klinik kesehatan mental yang berada di daerahmu.
Reviewed by: D'Arcy Lyness, PhD
Date reviewed: March 2009
translated from: http://kidshealth.org/teen/your_mind/mental_health/cutting.html?tracking=T_RelatedArticle#



0 komentar:
Posting Komentar