Jumat, 17 Juni 2016

the beginning of internsip

i don't know what the heck which possessed me because suddenly i want to write personal stuff again  in this blog (oh men! after all this time! wkwk)

sebenarnya gw nulis juga kok beberapa personal stuff di tumblr gw, which is always contain 3 hashtag: #him #her and #hakku. yep, 3 hashtag yang bikin hidup gw tetap berjalan: masa lalu, masa sekarang, dan masa depan ( i hope so but nope, im not that lucky)

anyway, singkat cerita, secara terkahir kali postingan blog gw 3 tahun yang lalu dan itu adalah postingan koas (and i am just too lazy to cintinue it), gw bakal fast forward ke masa - masa sekarang. yap, ke tahun 2016. sambil sesekali kalo lagi (hipo)manik atau lagi kebanyakan kuota (lol) gw akan berflashback ria ke kehidupan koas gw yang vakum dari blog ini.

so recently, i am a doctor now. M.D alias medical doctor. udah bukan mba koas atau mba isip lagi. and it is...such a bless, because of my personal health condition yang akan gw jabarkan lebih lanjut di postingan - postingan selanjutnya.

to make it short (not really short, but well we'll see), gw lulus UKDI dengan sukses setelah periode panic attack, depresi, dan episode - episode penuh drama lainnya. tibalah saatnya memilih tempat internsip.
bokap udah dari awal ngasi ultimatum jangan ngambil luar jawa. kalopun gak dapet jawa ambillah yang di sumatera yang kata doi peradabannya masih mendekati jawa. at that time gw sih sebenernya pengennya di kalimantan. bagus malah kalo dapet di balikpapan kan kampung nyokap gw. karena pemilihan internsip itu online dan sistemnya cepet - cepetan (we called it hunger game ala anak FK), akhirnya dari awal pun gw mulai mencari teman seperjuangan yang nanti bakal milih satu daerah secara barengan pas pemilihan online. seperti biasa, gw janjian sama partner in crime gw si donna dan ISFJ on the bottom of the deepest soul gw, sodiqa. ditambah temen SMA yang jadi temen sejawat, anggun dan partner in crimenya, benji. pas daftar daerah mana yang keluar buat periode isip keluar, kita ber5 langsung diskusi ketat banget mau milih dimana, milih daerah apa, dan cadangannya apa kalo ternyata tempat pemilihan itu udah penuh.
lalu di sanalah semua kegalauan gw bermula.,..

gw gak minat isip di jakarta. seriously men, gw udah idup di jakarta dari tahun 2008. kalo harus setahun berpetualang, gw sih pengennya jawa, kalimantan atau sumatra. tapi anak - anak seperjuangan mau nyoba peruntungan di jakarta. akhirnya dengan berat hati pun gw menurut.

hari H pemilihan wahana jakarta, gw dan benji udah sampe di kosan tempat kita mau milih bareng at the same place, same internet quota, same second, and (hopefully) same luck. kecuali donna yang saat itu lagi honeymoon di Bali sama suaminya. sampe menjelang jam pemilihan jam 8 pagi, anggun dan sodiqa belum ada batang hidungnya. akhirnya gw dan benji pun milih langsung tanpa kehadiran anggun dan sodi. kita cuma kontak - kontakan via line group dan telponan sama dona pas detik - detik pemilihan. emang dasar nasip, anggun dan sodi yang notabene pake internet hp masing - masing malah dapet wahana cengkareng yang kita ber5 sepakati bersama daritadi malem, sementara gw, benji, dan dona yang internetnya stabil malah pas buka wahana si Cengkareng udah sold out semua. ditengah kepanikan karena pilihan #1 udah sold out dan dona yang berteriak lewat telpon "jadi kita pilih apa ineeeees???? ", gw pun balik menjerit "oke pilih RSAU aja! "
lalu benji dan dona pun dengan serempak memilih RSAU. belakangan saat keduanya bertanya kenapa gw pilih RSAU, gw hanya mengangkat bahu dan berkata "karena gw pernah koas di sana, "
dan ketika pertanyaan berikutnya bergulir "emang enak koas di sana? ", gw menjawab dengan satu cengiran dan berkata "nope".
lalu kedua manusia itu pun memelototi gw dengan geram.

dari orang yang tadinya diajak (re: dipaksa) temen ikut pemilihan wahana jakarta, malah bener - bener terdampar di jakarta untuk setahun kedepan. how tragic i am! gw menangis dalam hati dan merutuki nasib seraya bertanya - tanya "why God?! ".
i didnt see any good things in Jakarta for internsip,

lalu aktivitas merutuk gw pun semakin bertambah intens saat gw dan dona malah ditempatkan di 2 kelompok internsip yang berbeda dan gw ditempatkan bersama benji yang mana gw tidak begitu dekat, yurike yang gw bahkan gak pernah ngobrol sama dia, mita ajege si otaku temen sodiqa yang agak freak, dan 3 orang anak universitas lain yang for a God sake i dont know who the fuck are they.

ditambah dengan drama kehidupan dimana saat itu gw lagi broken heart karena orang yang gw sayang (caelah nes! ) menghilang dari kehidupan gw dan jadian dengan orang lain yang dijodohkan keluarganya (men plislah! ini bukan siti nurbaya dan dia bukan perempuan), gw cuma menangis berjam - jam, literally, meratapi nasib.
donna dengan setia (as always) menghibur dengan cara mengajak gw mencari kosan di tebet dan mendengarkan keluh kesah gw yang masih dalam fase denial teramat dalam mengenai keputusan Tuhan yang meletakkan gw di Jakarta yang busuk ini.

lalu dimulailah kisah internsip gw, dimulai dengan pengarahan dari dinkes DKI. nope, pengarahannya bukan di kantor dinkes. bukan di hotel. bukan di gedung atau ballroom.
melainkan di auditorium FK UKRIDA.
seriously! terimakasih Tuhan sudah mengingatkan pada hambamu ini sebuah kejomplangan dimana ukrida memiliki auditorium yang mampu menampung 300 orang sementara kampus gw sendiri yang notabene nya adalah tetangga ukrida, cuma bisa menyediakan bangku untuk 150 orang.
dan aktivitas merutuk gw pun semakin bertambah dalam dan dalam seperti hipnotis romy rafael.

bahkan di awal masukpun sudah terjadi perdebatan di grup internsip gw,
apalagi kalo bukan penunjukkan ketua grup.
ada 2 cowok di kelompok gw, adhi dan arnold. dan 1 cewek non-trisakti yang bernama egen. dimana ketiga manusia ini belum pernah gw liat mukanya gimana (bahkan gw gak seniat itu untuk membuka foto profil line mereka..hahaha).
perdebatan dimulai saat dinkes meminta perwakilan kelompok maju dan menulis nama.

adhi: siapa nih yang mau jadi ketua?
benji: lw aja adhi
adhi: lho kok gw
benji: karena lw laki - laki
adhi: lah
yurike: cepet maju adhi. kelompok kita udah dipanggil
adhi: yaudah gw perwakilan aja ya. nanti ketuanya bukan gw.

at that time, gw, yurike dan benji liat - liatan dan menyeringai dalam 1 harmoni pikiran yang sama "ketuanya sih pasti lo sampe internsip ini berakhir"
good for us, kita gak menuliskan itu di grup demi mencegah surutnya aksi heroik adhi menjadikan dirinya ketua.

setelah pembukaan dan kuliah cukup panjang tentang internsip, berakhir lah deretan acara dari dinkes tersebut.
lalu muncul lah perdebatan baru di grup yang selama ini bungkam itu

adhi: nanti jangan pada balik dulu ya. ini ada buku yang mau dibagiin ke kelompok
yurike: oke. ketemu dimana?
adhi: ketemu di depan aja
benji: depan penuh banget. ketemu diluar aja
adhi: oke ketemu di pintu keluar ya

lalu gw, yurike, dan benji mengantri ke pintu keluar sambil bertanya - tanya seperti apa wujudnya si adhi sang ketua grup ini.
saat diluar, gw bertemu teman koas gw waktu di bedah bekasi. anak UKI named Dian.

dian: ines! ini temen aku yang satu kelompok sama kamu! namanya egen
egen: hei ines! gw egen! btw ini pintu keluar kan ya? adhi mana ya?

cewek bernama egen ini looks like cewek gaul dengan rambut panjang terurai, tubuh petite, dan pembawaan cerah ceria.
pikiran gw saat itu "uh..definitely not my type, i hope nerd like me can get along well with queen bee like her"

gak berapa lama mita ajege muncul. gw lupa antara dia yang muncul atau gw yang menarik dia dari kerumunan yang bergerombol hectic dari arus 300 orang dokter internsip yang sibuk mencari kelompoknya masing - masing.

egen: gw tuh pernah ketemu sama adhi ini loh
gw: oh! bagus! yang mana orangnya?
egen: tapi gw lupa mukanya gimana
gw: . . . . .
egen: mungkin kita bisa mulai manggil - manggil adhi,
benji: boleh juga
yurike: . . . . . .

bayangkan 5 orang wanita bergerombol di depan pintu keluar dan mulai memanggil - manggil setiap pria yang lewat dengan satu kata "adhi? "
kalo lo membayangkan adegan erotis, lo akan kecewa.

notif line menunjukkan pesan dari adhi

adhi: kalian dimana?
yurike: kita di depan pintu keluar
adhi: gw di depan pintu keluar. kalian dimana?
egen: kita di samping tong sampah

for a God sake, egen. gw bahkan gak sadar kita ada di samping tempat sampah daritadi.

tiba - tiba ada cowok kurus datang mendekat membawa buku - buku. wajahnya tampak tidak yakin.

" gw nunggu dibalik pintu"

dan 4 orang wanita itu bertanya serempak dengan keyword yang sama "adhi? "

" iya gw adhi. ini buku kalian, "
" satu lagi siapa ya? yang cowok satu lagi itu. siapa itu namanya...ronald? "tanya gw
" arnold. bang! sini bang! " adhi menoleh ke seorang cowok berkacamata yang tidak tampak sebaya dengan kita.

lalu hati gw mencelos. sial! ada senior di grup isip gw!
pasti pato!

"terus abis ini kita ngapain adhi? " tanya benji
" ambil makanan sama uang transport di sana"
" oke yuk ambil makanan! " seru gw kelaperan
" jangan nes! makanan bisa nanti! yang penting uang! " egen menyambar tangan gw dan tau - tau gw sudah dibawa (re: diseret) mengantri di deretan orang - orang yang berjejalan mengambil uang transport.
pikiran gw saat itu: wow this queen bee is not an ordinary queen bee hmm?

dari arah lain gw melihat dona dan kak yoni sudah membawa kotakan ke ruangan yang disediakan buat makan.
gw pun mengikuti hasrat dan nalar seorang anak gemuk, gw memisahkan diri dari gerombolan bounty hunter pencari seamplop uang transport, dan memilih mengambil makanan terlebih dahulu.

saat akhirnya gw sudah duduk manis dengan kotakan makanan di pangkuan, benji datang dengan kotakan dan amplop uang. saat itulah (setelah kenyang otak mulai bisa mikir ceritanya) gw barui teringat jatah uang transport gw

" duit! "
" udah bubar pembagian duitnya" said benji
" terus duit gw gimanaaa? " gw mulai pucat pasi
tiba - tiba adhi sang ketua muncul membawa banyak amplop "ada yang belum ambil uang transport? "
pikiran gw saat itu: you are definitely be the group chief for the rest of the year dude!!

perut kenyang, hati senang, pulang pun dengan langkah ringan.



and the internsip life had begin.....




see ya on another post about intensip life!

0 komentar: